Pixel Code jatimnow.com

Gubernur Jatim Pastikan Vaksinasi Aman, Peternak Harus Tenang

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Galih Rakasiwi
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai memantau vaksinasi kedua di kandang komunal, Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kacamatan Bumiaji, Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwa/jatimnow.com)
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa usai memantau vaksinasi kedua di kandang komunal, Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kacamatan Bumiaji, Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwa/jatimnow.com)

Kota Batu - Distribusi vaksin, obat, dan vitamin untuk hewan ternak menghadapi gelombang penyakit mulut dan kuku (PMK) mulai disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Untuk itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap peternak tetap tenang menghadapi PMK.

"Saya minta peternak lebih tenang karena vaksin mulai didistribusikan, termasuk obat-obatan. Jadi posisinya sekarang bisa mendistribusikan vaksin lebih banyak lagi, peternak juga bisa mengakses dinas terdekat," ujarnya saat memantau vaksinasi tahap dua di kandang komunal, Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Senin (25/7/2022).

Total Jawa Timur mendapatkan jatah 600 ribu vaksin dan menjadi salah satu daerah yang mendapat jatah paling banyak. Nanti vaksin tersebut bakal langsung didistribusikan ke seluruh daerah.

"Jujur saja saya sangat bersyukur, meski di tengah keterbatasan kuota masih ada pasukan cukup besar yang datang. Terutama untuk sapi perah karena berdampak pada penurunan produktivitas yang signifikan," imbuh dia.

Apalagi pada 25 Juni 2022, telah dilaksanakan vaksinasi dosis pertama terhadap sejumlah sapi di Kota Batu. Pada hari ini, Senin, 25 Juli 2022, dilakukan vaksinasi dosis kedua. Enam bulan berikutnya, akan dilakukan vaksinasi dosis ketiga. Per hari ini, realisasi vaksin dosis pertama dari jumlah kuota vaksin yang turun, bukan populasi, telah mencapai 98 persen.

"Sehingga percepatan vaksinasi untuk seluruh ternak, saya minta tolong kepada seluruh kepala daerah agar dipercepat. Pasalnya, dampak ekonomisnya sangat tinggi, maka terus kita antisipasi dengan cara melindungi ternaknya," ujarnya.

Baca juga:
Atasi Konflik Sosial di Jember, Khofifah Minta Perhutani Buka Data Lahan Kopi

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko memaparkan bila di Kota Batu ada 15.400 sapi. Dari jumlah itu, yang terkonfirmasi positif PMK sebanyak 4500, saat ini tinggal 125 sapi yang dilaporkan aktif terkonfirmasi dan sisanya dinyatakan telah sembuh.

"Alhamdulillah dari keterangan para peternak usai divaksin, nafsu makan sudah bertambah. Saya sangat bersyukur, semoga vaksin bisa terus didistribusi dan disuntikan ke hewan," ujarnya.

Perlu diketahui seluruh wilayah Jawa Timur terdapat 4,9 juta ekor sapi. Pemprov Jatim mengalokasikan Rp41 miliar untuk penanganan PMK. Pemprov Jatim masih membutuhkan vaksin, obat dan vitamin. Pada Rakor tingkat provinsi pekan lalu, Pangdam dan Polda menyiapkan vaksinator. Sehingga jumlah vaksinator bertambah banyak di Jawa Timur.

Baca juga:
Kuota Undangan Upacara Kemerdekaan Terpenuhi, Khofifah: Bukti Nasionalisme Warga

Menanggapi itu, Wakil Ketua Kelompok Tani Wono Rejeki, Hartoyo mengaku sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan pemerintah. Tapi dari 200 sapi di kandang komunalnya tidak terserang PMK.

"Sebab sapi-sapi yang di kandang mengkonsumsi ecoenzim dan rempah-rempah, termasuk telur. Kebersihan juga jadi yang utama," tutupnya.