Pixel Code jatimnow.com

Gelar Hybrid Edunation, New Primagama Gandeng Influencer Lulusan Jepang

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Hybrid Edunation yang digelar New Primagama powered by Zenius (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Hybrid Edunation yang digelar New Primagama powered by Zenius (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - New Primagama powered by Zenius mengggelar Hybrid Edunation menggandeng influencer lulusan Waseda University Jepang, Jerome Polin di SMA Negeri 6 Surabaya, Selasa (26/7/2022).

Dalam kegiatan itu, Jerome Polin mengajak para siswa untuk belajar matematika menjadi pelajaran yang menarik. Terlihat dari respon dari para siswa saat Jerome menjelaskan dalam proses belajar hingga mendapat beasiswa.

Jerome juga menarik antusias siswa dengan beberapa soal logika matematika. Menurutnya, respon para siswa menunjukkan bahwa belajar matematika bisa menjadi mudah jika dikemas secara menarik. Dia pun merasa para siswa SMAN 6 Surabaya sangat seru.

"Teknik belajar tiap orang yang efektif sebenarnya berbeda. Jadi setiap siswa harus mengeksplore dirinya. Yang paling penting suka belajar dan suka menambah ilmu. Kalau belajar itu susah, akan ada mental block untuk belajar," ungkap Jerome.

Menurutnya, para pengajar juga harus mengubah pola mengajarnya dengan menarik sehingga pelajaran menjadi disukai oleh siswa. Bahkan teknik mengajar yang menurut Jerome sama dengan sistemnya dalam belajar adalah teknik mengajar di Zenius.

"Nggak hanya mengajarkan rumus jadi. Tapi juga diajari kenapa dan konsepnya. Kalau tahu konsepnya bisa menemukan rumusnya sendiri. Jika tahu konsep tidak perlu bingung," lanjutnya.

Jerome juga membagikan tips khusus untuk menyiapkan diri masuk perguruan tinggi. Yaitu dengan menganggap saat mengikuti seleksi menjadi sebuah lomba yang tida bisa disiapkan dalam hitungan minggu atau bulan.

"Caranya sama mau dalam atau luar negeri (Perguruan tinggi), hanya implementasi beda. Seperti aku tau aku mau kuliah jurusan matematika, sejak kelas 10 aku ikut olimpiade yang berhubungan dengan Matematika, jadi persiapan lebih lama," urainya.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak juga diberikan kesempatan sebagai Prime Tentor berkesempatan untuk mencoba langsung metode two-teachers model dengan menjadi pengajar.

Menurut Emil, model hybrid learning melalui pendekatan two-teachers model yang diusung oleh Zenius melalui New Primagama patut diapresiasi.

"Dengan mulai diberlakukannya PJJ di daerah Jawa Timur, hybrid learning merupakan pendekatan inovatif yang tepat untuk mengejar ketertinggalan siswa selama dua tahun terakhir," terang Emil.

Dengan adaptasi siswa, guru, dan orang tua terhadap teknologi yang sudah terbentuk selama dua tahun terakhir ini, Emil yakin metode pembelajaran ini akan bisa membangkitkan pendidikan Indonesia pasca pandemi.

"Dua tahun terakhir adalah masa-masa yang sulit bagi pendidikan di Indonesia. Ini merupakan momentum yang tepat untuk bersama membangkitkan pendidikan Indonesia," tambahnya.

Tidak hanya memberikan penjelasan mengenai hybrid learning dan two-teachers model, Zenius melalui New Primagama juga memberikan paket belajar senilai Rp1,6 miliar kepada SMAN 6 Surabaya, SMAN 1 Malang dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui bidang pembinaan SMA dan SMK.