Pixel Code jatimnow.com

Kerap Jadi Omongan Warga, Pemuda di Surabaya Ngamuk Bawa Pedang

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Zain Ahmad
Pelaku diamankan di Mapolsek Kenjeran bersama barang bukti pedang.(Foto: Polsek Kenjeran/jatimnow.com)
Pelaku diamankan di Mapolsek Kenjeran bersama barang bukti pedang.(Foto: Polsek Kenjeran/jatimnow.com)

Surabaya - Seorang pemuda bertato diringkus Unit Reskrim Polsek Kenjeran setelah hendak menyerang warga dengan senjata tajam (sajam) jenis pedang. Diduga, aksi ini dilakukan setelah pelaku kerap menjadi bahan rasanan (omongan) di kampungnya.

Pemuda itu adalah Adi K (21), warga Jalan Tambak Wedi Baru, Kenjeran, Surabaya. Ia kini sudah ditetapkan tersangka dan ditahan untuk diperiksa lebih lanjut.

"Benar, yang bersangkutan saat ini sudah kami tahan. Kami jerat Pasal 2 Ayat 1 Undang-undang Drt. No. 12 Tahun 1951 tentang Senpi, Handak dan Sajam," kata Kanitreskrim Polsek Kenjeran AKP Soeryadi saat dikonfirmasi, Rabu (27/7/2022).

Soeryadi menjelaskan, peristiwa terjadi pada Senin (25/7/2022) malam. Awalnya, anggota yang saat itu sedang patroli tak jauh dari TKP mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada pelaku yang membawa sajam jenis pedang sepanjang 90 cm hendak menyerang sejumlah warga yang sedang cangkruk di depan teras rumah di Jalan Tambak Wedi Baru.

Baca juga:
OJK Ungkap 10 Modus Pencucian Uang

Mendapat laporan itu, anggota langsung bergerak cepat ke lokasi untuk mengamankan pelaku sebelum terjadinya korban. Pelaku kemudian diborgol, pedang yang ada di tangannya langsung disita.

"Beruntung saat itu anggota kami cepat datang ke TKP. Mungkin kalau telat sedikit bisa saja pelaku ini sudah melukai warga," jelasnya.

Baca juga:
Pria di Mojokerto Jadi Korban Curas, Uang Puluhan Juta Dilaporkan Raib

Bersama barang bukti, pelaku kemudian dibawa ke mapolsek untuk dilakukan pemeriksaan. Kepada penyidik, pelaku yang merupakan pengamen jalanan itu mengaku nekat melakukan tindakan berbahaya tersebut karena kerap diomongin jelek oleh warga. Dikatain pemuda malas hingga tidak jelas.

"Pengakuannya, motifnya ini didasari karena pelaku diduga kerap jadi bahan omongan oleh warga di sana. Hingga akhirnya dia marah. Kemudian membawa samurai dan mengahampiri warga yang saat itu sedang cangkrukan. Tidak sampai ada korban jiwa, pelaku hanya mengancam," kata Soeryadi.