Pixel Code jatimnow.com

17 Tahun Menanti Realisasi Rencana Pembangunan Dermaga di Pagerungan Sumenep

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Fathor Rahman
Belasan tahun warga Pagerungan menunggu janji pemerintah untuk membangun dermaga di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep. (Foto: Dino for jatimnow.com)
Belasan tahun warga Pagerungan menunggu janji pemerintah untuk membangun dermaga di Pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep. (Foto: Dino for jatimnow.com)

Sumenep - Kapal penumpang dari Sumenep ke Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, sejak tahun 2002 sudah beroperasi. Sejak tahun 2005 sudah direncanakan pembangunan dermaga namun sampai saat ini belum terealisasi, Rabu (27/7/2022).

Dino (36) warga setempat mengaku pada tahun 2002 lalu kapal penyeberangan dari Sumenep ke Pagerungan Besar sudah dilakukan. Sehingga, dinilai berpotensi untuk dikembangkan akibat aktivitas warga cukup padat.

"Sehingga pada tahun 2005 direncanakan akan dibangun dermaga. Sehingga kapal berukuran besar bisa bersandar," katanya.

Namun, sampai saat ini rencana itu belum terealisasi. Setiap kapal datang, perahu nelayan harus siap melakukan penjemputan. Termasuk, jika kapal hendak berangkat untuk mengangkut penumpang.

Masyarakat setempat berharap rencana itu bisa direalisasikan. Hal itu untuk memberikan solusi kesulitan warga saat hendak naik dan turun dari kapal perintis.

"Kami yakin masyarakat akan lebih senang jika sudah ada pelabuhan. Selain lebih mudah juga untuk menghemat biaya transportasi. Sebab penjemputan perahu nelayan juga berbayar," ungkapnya.

Baca juga:
Ada Tim Ditpolairud Polda Jatim di Balik Pencarian KLM Cinta Kembar

Dikatakan, saat ini hanya ada dermaga terbuat dari kayu yang berusia puluhan tahun. Dermaga itu biasa digunakan perahu kayu. Namun, kondisinya sudah rusak dan nyaris tidak bisa dimanfaatkan.

Untuk diketahui, kapal perintis melayani trayek dari Pelabuhan Banyuwangi menuju Sapeken dan mampir di Pulau Pagerungan. Selanjutnya, menuju Pelabuhan Batu Guluk di Desa Bilis-Bilis Kecamatan Arjasa Pulau Kangean dan bersandar di Pelabuhan Kalianget, Sumenep. Setelah itu kapal menuju Pulau Masalembu, di Sumenep.

Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Sapeken, Edi Kuawanto mengakui selama ini belum ada dermaga. Sehingga, masih memberlakukan sistem rede transport.

Baca juga:
KLM Cinta Kembar Ditemukan di Pulau Giliyang, Keluarga Sukarno Berbahagia

"Memang belum ada pelabuhan mas. Debarkasi penumpang di Pagerungan Besar diturunkan di tengah laut karena kapal tidak bisa bersandar, " ucapnya.