Pixel Code jatimnow.com

Meminimalisir Kemacetan, Jalur Keluar Masuk Kota Batu Akan Dilebarkan

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Galih Rakasiwi
Jalan Ir Soekarno Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Jalan Ir Soekarno Kota Batu. (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

Kota Batu - Kemacetan mulai terjadi di Kota Batu saat weekend maupun musim liburan. Terutama yang ada di Jalan Ir Soekarno atau akses utama keluar masuk kendaraan.

Hal tersebut mengundang perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) maupun pusat. Sehingga merencanakan bakal membangun jalan yang saat ini hanya satu lajur menjadi empat lajur.

Rencananya anggaran yang disiapkan menyentuh Rp120 miliar. Untuk itu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu diharuskan merampungkan detailed engginering design (DED) agar 2023 pembangunan sudah bisa dilangsungkan.

"Ya, anggaran sebesar Rp120 miliar itu nantinya digunakan untuk melebarkan ruas jalan 11 meter dengan panjang sekitar 4,2 kilometer sampai 5 kilometer dari Jalan Raya Pendem hingga Batu," kata Kepala Bidang Bina Marga Provinsi Jatim Arif Endro Rahman, Kamis (28/7/2022).

Sekarang, pihak Pemprov Jatim tengah melakukan konsolidasi dengan pemerintah pusat untuk menggunakan APBN atau menggunakan APBD provinsi. Sehingga pihaknya saat ini lebih fokus mengerjakan DED terlebih dahulu dan merealisasikan pada tahun depan.

Baca juga:
ETLE dan INCAR Rekam Ratusan Pelanggar Lalin di Kota Batu Setiap Bulannya

"Nanti empat jalur tersebut juga masih butuh pembebasan lahan sekitar 4.990 meter persegi dalam pelaksanaannya. Karena nanti ada klasifikasi penggunaan lajur. Jadi ada lajur untuk kendaraan berat dan lajur kendaraan kecil," imbuhnya.

Begitu juga untuk lajur sepeda motor akan dibuatkan sendiri dan tidak boleh dilintasi mobil apalagi truk karena bisa membahayakan pengguna roda dua. Bahkan rencananya pengerjaan pelebaran jalan sendiri nantinya bakal dilakukan pada malam hari yakni pukul 23.00 - 04.00 WIB agar tidak mengganggu pengguna jalan.

"Sedangkan untuk pengerjaanya bakal memiliki waktu lebih panjang yakni 10 bulan karena proses pengerjaan yang cenderung pendek serta antisipasi dalam menghadapi cuaca di musim penghujan," tuturnya.

Baca juga:
Karnaval 1.000 Banteng Meriahkan Jalanan di Kota Batu

Sementara itu, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menegaskan, memang diperlukan pembebasan lahan sebesar itu maka pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait.

"Karena pelebaran jalur provinsi ini memang sangat ditunggu oleh masyarakat. Bisa benar-benar terhindar dari kemacetan apabila memang direalisasikan," tutupnya.