Pixel Code jatimnow.com

Ketika Anwar Sadad Bicara Gerakan Mahasiswa dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Ni'am Kurniawan
Anwar Sadad mengisi talkshow di Universitas Madura (Foto: Dok. Anwar Sadad for jatimnow.com)
Anwar Sadad mengisi talkshow di Universitas Madura (Foto: Dok. Anwar Sadad for jatimnow.com)

Pamekasan - Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad berharap, gerakan mahasiswa di Jatim bisa turut menyumbang upaya percepatan pembangunan ekonomi. Pihaknya juga akan membuka ruang bagi mahasiswa dan milenial.

"Dari kalangan kampus yang diharapkan dalam pembangunan dan pemberdayaan adalah munculnya gagasan dan pemikiran yang dapat mempercepat pembangunan kemanfaatannya bisa dinikmati masyarakat secara luas," ujar Sadad, saat mengisi talkshow di Universitas Madura (Unira), dalam keterangan resminya, Kamis (28/7/2022).

Ketua DPD Gerindra Jatim itu juga menyarankan agar gerakan mahasiswa saat ini difokuskan pada pemberdayaan masyarakat.

"Carilah cara-cara konsep pemberdayaan yang harus melibatkan masyarakat, bukan top down dan mobilisasi," jelas dia.

Di sisi lain, bila peran pemerintah telah dilakukan, perlu juga adanya suport sistem dari private sektor. Karena, keterbatasan anggaran pemerintah yang belum bisa menembus sektor-sektor terdalam lapisan masyarakat.

Baca juga:
Pidato di Rapimnas Gerindra, Anwar Sadad: We Shall Never Surrender!

"Dari total APBD, yang bisa dialokasikan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat itu hanya 30 persen," imbuh Sadad.

"Kunci untuk pemberdayaan masyarakat Madura dan Jatim Bangkit adalah adanya sinergitas seluruh sektor agar pemberdayaan masyarakat yang diharapkan bisa tercapai dengan baik," lanjutnya.

Baca juga:
Aktivitas Ketua Gerindra Jatim Ini Disebut Implementasi Prabowo, Masak Sih?

Sada juga menengok beragam aktivitas ekonomi di Madura. Ada beberapa hal yang menarik, yaitu jiwa enterpreneur. Hal itu terbukti hampir di seluruh kota hingga pelosok Indonesia yang pasti ada warga keturunan Madura.

"Saya pernah ke Amerika mengikuti konvensi, ternyata ada orang Madura yang menjadi koki restoran Jepang. Ini bukti kalau orang Madura itu ingin hidup lebih sejahtera walaupun harus merantau ke luar negeri," beber keluarga Ponpes Sidogiri itu.