Pixel Code jatimnow.com

Ukir Kotak Musik dengan Karakter Wajah, Pemuda di Jombang Raup Untung

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Elok Aprianto
Kotak musik ukiran wajah karya Septian.(Foto: Elok Aprianto)
Kotak musik ukiran wajah karya Septian.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Berbekal hobi mengukir sejak masa remaja, seorang pria usia 25 tahun di Kabupaten Jombang mampu meraup untung berlipat-lipat. Dia adalah Septian Putra Irianto, warga Desa Sengon, Kecamatan Jombang.

Septian mengukir kotak musik yang dipesan dari negeri Cina. Lalu dijual kembali melalui media sosial. Tentu ukiran tersebut sesuai dengan pemesan.

Ditemui di rumahnya, Septian menjelaskan usahanya ditekuni mulai 2 tahun lalu. Tepatnya pada 2020.

"Usaha ini berawal dari hobi mengukir sejak dulu. Lalu bisa buka usaha produksi sendiri sudah berjalan selama 2 tahun ini," terang Septian kepada jatimnow.com, Jumat (29/7/2022).

Dikatakan Septian, konsumen yang selama ini dilayani kebanyakan adalah anak muda yang ingin merayakan momen-momen tertentu.

"Pemesan dominan anak muda. Biasanya untuk hadiah ulang tahun. Selain momen hari ulang tahun, ramai pesanan pas hari Valentine," bebernya.

Kotak musik ukiran wajah karya Septian.(Foto: Elok Aprianto)Kotak musik ukiran wajah karya Septian.(Foto: Elok Aprianto)

Untuk membuat karya ukiran kotak musik, tidak diperlukan bahan yang sulit dan banyak. Namun ada satu alat yang wajib dan harus ada, yakni mesin CNC.

Ia menambahkan, kotak musik dipesan secara online dari Cina. Kotak musik itu masih manual serta terbuat dari kayu.

Baca juga:
Terjaring Razia, Ratusan Pemuda di Ponorogo Dorong Motor Sampai Mapolres

"Kotak musik yang berbahan kayu meranti. Saya menerima jadi dan tinggal mengukir foto atau memodifikasi dengan menggunakan mesin CNC," paparnya.

Untuk lagu kotak musik, Septian menyebut banyak sekali ragamnya. Namun kebanyakan yang memesan adalah muda-mudi yang hendak merayakan ulang tahun. Otomatis lagunya tentang ulang tahun.

"Banyak lagunya. Jenis kotak musik juga ada dua macam. Ada yang dibuka langsung bunyi musiknya alias model otomatis. Jenis yang saya jual ini yang manual," katanya.

Dalam sehari, Septian mampu membuat 5 kotak musik dan dalam sebulan bisa membuat 30 kotak musik. Cenderung tidak ada kesulitan dalam pembuatannya.

Baca juga:
Kemenpora Ajak Pemuda se ASEAN Bangun Asia Tenggara Religius dan Toleran

"Cuma waktu proses editing penempelan foto," ucapnya.

Untuk pemasaran, Septian memanfaatkan media sosial Facebook. Karyanya dijual dengan harga yang terjangkau.

"Harga paling murah Rp110 ribu. Alhamdulillah di Jombang juga ramai pemesannya. Selain itu juga pesanan datang dari Kalimantan, Sulawesi, Sumatera. Bali juga ada," pungkasnya.