Pixel Codejatimnow.com

Melihat Ragam Kerajinan Karya Warga Binaan Lapas Klas II B Tulungagung

Editor : Zaki Zubaidi  Reporter : Bramanta Pamungkas
Kerajinan karya warga binaan di Lapas Tulungagung. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kerajinan karya warga binaan di Lapas Tulungagung. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Klas II B Tulungagung, mendapatkan sejumlah pelatihan kemandirian. Program bimbingan kerja ini dapat dijadikan bekal mereka ketika telah selesai menjalani masa pidana.

Program tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan life skill yang dibutuhkan di tengah masyarakat. Bimbingan kerja ini juga merupakan bentuk komitmen pihak Lapas untuk memberikan pelayanan prima kepada warga binaan.

Kasubsi Kegiatan Kerja, Wahyu Widodo progam bimbingan kerja yang ada merupakan upaya pengembangan life skill. Para warga binaan akan diberikan pelatihan dan pembinaan sesuai dengan minat dan bakat mereka seperti bidang perkayuan, kerajinan tangan, kerajinan sabut kelapa, las dan pangkas rambut.

Selama ini sarana dan prasarana yang ada sudah cukup lengkap sehingga proses pembinaan dapat berlangsung dengan lancar.

"Warga binaan yang mengikuti kegiatan bimbingan kerja sangat aktif dan atusias," ujarnya, Sabtu (2/12/2023).

Baca juga:
3 Warga Binaan Kasus Terorisme Ucapkan Ikrar Setia NKRI di Lapas Kelas I Madiun

Beberapa jenis kerajinan seperti kerajinan sabut kelapa, mebel hingga sangkar burung dapat mereka produksi. Pihak Lapas juga menggandeng mitra untuk memasarkan kerajinan karya warga binaan ini. Mereka dapat mendapatkan uang dari kerajinan tersebut.

"Hal ini tidak lepas dari sarana prasarana yang lengkap sehingga mereka dapat menghasilkan karya dengan kualitas yang baik,” tuturnya.

Baca juga:
1.024 WBP Lapas Kelas IIA Sidoarjo Salurkan Hak Pilihnya, 27 Lainnya Tidak Bisa

Sementara itu Kalapas Tulungagung, R. Budiman P. Kusumah menambahkan jika pembinaan kemandirian yang diberikan kepada warga binaan ini diharapkan dapat menjadikan mereka lebih produktif. Diharapkan mereka juga dapat membuka peluang kerja saat sudah keluar dari Lapas.

“Tujuan bimbingan kerja ini adalah membentuk WBP menjadi pribadi yang produktif dan mandiri agar ketika kembali ke masyarakat mereka telah siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal kreatifitas yang diperolehnya selama di dalam Lapas,” pungkasnya.