Pixel Code jatimnow.com

Polisi Gerak Cepat Usut Kasus Dugaan Pencabulan Oknum Kepala SD di Situbondo

Editor : Sofyan Cahyono
Polres Situbondo berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengusut kasus dugaan pencabulan.(Foto: Humas Polres Situbondo)
Polres Situbondo berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengusut kasus dugaan pencabulan.(Foto: Humas Polres Situbondo)

Situbondo - Polres Situbondo menerima laporan terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan seorang oknum Kepala Sekolah Dasar (SD) kepada muridnya. Pelaporan dilakukan pada 29 Juli 2022 dan langsung ditindaklanjuti. Polisi kolaborasi bersama Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak serta melakukan serangkaian upaya penyelidikan.

“Hari ini, Kasat Reskrim AKP Dhedi Ardi Putra bersama unit PPA gerak cepat dengan melakukan permintaan keterangan beberapa orang yang ada keterkaitan dengan perkara. Sekaligus mengamati hasil rekaman CCTV yang terdapat di seputaran tempat kejadian perkara (TKP)”, ujar Kasi Humas Polres Situbondo Iptu Achmad Sutrisno dalam siaran pers, Selasa (2/8/2022).

Penyelidik bersama Pekerja Sosial dari Dinas Sosial Situbondo telah melakukan home visit ke rumah korban. Kunjungan bertujuan mengetahui keadaan dan psikologi korban pasca kejadian yang menimpanya.

Baca juga:
Kunjungi Millennial Shrimp Farm Situbondo, Anwar Sadad: Bisnis yang Menjanjikan

Untuk diketahui, salah satu oknum Kepala SD Negeri di Situbondo diduga telah mencabuli siswinya. Sang oknum telah dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kebupaten Situbondo.

Baca juga:
Asyik Tenggak Miras Oplosan, 2 Remaja di Situbondo Terjaring Razia

Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Situbondo juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan apabila terjadi kekerasan seksual melalui Call Center 110 atau Satgas PPA di No 081235128144 atau Hotline Kapolres Situbondo di Nomor 081331998456.

Dirgahayu Ri 77 Bank Jatim
Peristiwa

Kasus PMK di Lamongan Terus Menurun

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Lamongan mulai melandai. Selain angka kesembuhan, sejumlah kecamatan juga mulai terbebas dari momok PMK.