Pixel Code jatimnow.com

Yuk, Mencicipi Pangsit Mie Ayam Jimerto Surabaya

Editor : Sofyan Cahyono
Stan pangsit mie ayam Jimerto.(Foto: Hafiz Rozani)
Stan pangsit mie ayam Jimerto.(Foto: Hafiz Rozani)

Surabaya - Bagi Anda yang berkantor di kawasan Balai Kota Surabaya, tak perlu bingung bila tak sempat membawa bekal makanan. Ada kuliner lezat yang layak dicoba dan tentunya ramah di kantong. Yakni, Pangsit Mie Ayam Jimerto. Sesuai namanya, warung makan tersebut berada di Jalan Jimerto, Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya.

Kuliner Pangsit Mie Ayam Jimerto ini milik pasutri bernama Wahyu Setyono Putra (52) dan Lastri (54), warga Ketabang Mergasari Gang 1, Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya. Mereka sudah membuka usaha sejak 2013. Awalnya, Wahyu Setyono Putra berjulan dengan berkeliling sekitar Kelurahan Ketabang hingga THR.

Setahun berkeliling atau mulai 2014, Wahyu memutuskan menetap dan membuka Pangsit Mie Ayam di Jalan Jimerto. Dibantu dengan istrinya, Wahyu mulai merintis usaha kulinernya.

Untuk mie-nya, Wahyu membuatnya sendiri dengan mesin yang dimiliki. Dalam sehari, Wahyu bisa menghabiskan 8 kg tepung sebagai bahan mie. Wahyu awalnya hanya berjualan mie ayam saja. Namun karena banyak permintaan, mie ayam kemudian dikombinasikan dengan ceker serta pentol.

"Dalam sehari, biasanya 50 lebih mie terjual. Rata-rata pembeli dari karyawan kantor hingga pelajar. Penjualan akan bertambah jika ada pesanan dari kantor. Meski sudah ada ceker dan pentol, namun yang laris mie ayam original" ujar Wahyu.

Stan pangsit mie ayam Jimerto.(Foto: Hafiz Rozani)Stan pangsit mie ayam Jimerto.(Foto: Hafiz Rozani)

Untuk harganya, satu porsi pangsit mie ayam jakarta original dibanderol Rp13 ribu. Sedangkan pangsit mie ayam ceker seharga Rp15 ribu per porsi, dan untuk mie ayam bakso Rp16 ribu per porsi.

Baca juga:
Pasar Djadoel Grissee Hadirkan Sego Karak hingga Endog Wader

8 Tahun berjualan di Jalan Jimerto, Wahyu pernah merasakan anjloknya omzet saat pandemi Covid-19. Dalam sehari, mie ayamnya hanya terjual 20 hingga 25 porsi saja. Saat itu pemerintah mengeluarkan aturan larangan bagi masyarakat untuk makan di tempat.

Meski begitu, Wahyu dan Lastri tidak patah semangat. Mereka tetap berjualan. Seiring meredanya wabah Covid-19, omzet penjualan pangsit mie ayam kembali berangsur normal.

"Alhamdulillah tidak hanya karyawan, pelajar dan warga sekitar saja yang menjadi pelanggan. Namun warga luar wilayah juga sering datang. Salah satunya warga Sidoarjo. Dengan demikian, pangsit mie ayam saya di sukai banyak orang," imbuh Wahyu.

Baca juga:
Nasi Osik Wak Ren, Kuliner Khas Sepanjang Sidoarjo

Salah satu pelanggan Pangsit Mie Ayam Jimerto adalah Fendi (28), warga Kapasari, Surabaya. Ia mengaku cukup sering membeli pangsit mie ayam milik Wahyu. Selain enak, pangsit mie ayam harganya terjangkau.

"Saya sering makan pangsit mie ayam ini. Saya sukanya yang original. Selain enak, harganya juga terjangkau. Biasanya saya makan ini saat siang hari," ujarnya.

Reporter: Hafiz Rozani