Pixel Code jatimnow.com

Hilang 4 Hari, Ibu Asal Sampang Ditemukan Tewas di Sumur Sedalam 25 Meter

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Fathor Rahman
Tim BPBD dibantu TNI, polisi dan masyarakat melakukan evakuasi korban yang berada di dasar sumur di Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang, Selasa (02/08/2022) malam.(Foto: BPBD for jatimnow.com)
Tim BPBD dibantu TNI, polisi dan masyarakat melakukan evakuasi korban yang berada di dasar sumur di Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Sampang, Selasa (02/08/2022) malam.(Foto: BPBD for jatimnow.com)

Sampang - Seorang ibu bernama Pusiya, warga Dusun Manju Timur, Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, ditemukan tewas di dalam sumur, Selasa (02/08/2022) malam. Sebelumnya, perempuan berusia 54 tahun itu dikabarkan hilang selama empat hari.

Bahkan, pihak keluarga sempat menyebarkan informasi kehilangan di sejumlah media sosial. Namun selama tiga hari tidak membuahkan hasil. Akhirnya pada hari keempat, Pusiya ditemukan pihak keluarga di dalam sumur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Asroni mengungkapkan, korban dikabarkan hilang sejak Sabtu (30/7/2022) lalu. Namun baru ditemukan Selasa malam dan langsung dievakuasi.

"Awalnya korban dikabarkan meninggalkan rumah. Namun tadi malam kami mendapat informasi jika korban sudah meninggal di dalam sumur," katanya, Rabu (03/08/2022).

Baca juga:
Mayat Pria Telanjang Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Laut

Sebelumnya pihak keluarga sudah mencari ke sejumlah tempat. Termasuk dibantu masyarakat setempat. Namun tidak membuahkan hasil.

Asroni menjelaskan, proses evakuasi sempat terkendala. Selain malam hari, juga akibat sumur yang cukup dalam. Namun tim yang diterjunkan BPBD berhasil mengevakuasi dengan baik.

Baca juga:
Mayat Balita di Tepi Sungai Dusun Sidokampir adalah Korban Pembunuhan

"Evakuasi korban dibantu dengan sejumlah pihak. Mulai dari PMI, polisi, TNI, pegawai kecamatan dan masyarakat setempat, " katanya.

Jasad korban berada di dasar sumur. Sehingga saat evakuasi memakan waktu cukup lama. Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung diserahkan ke pihak keluarga. Jenazah korban sempat diperiksa tim medis dari PKM Desa Bunten Barat. Hasilnya, tidak ditemukan bekas kekerasan pada tubuh korban. Jadi langsung dibawa ke rumah duka.