Pixel Code jatimnow.com

Ibu Muda di Kediri Sulap Daun Kelor Jadi Teh Celup Kaya Manfaat

Editor : Arina Pramudita Reporter : Yanuar Dedy
Teh celup daun kelor buatan Defi Ari, warga Papar, Kabupaten Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Teh celup daun kelor buatan Defi Ari, warga Papar, Kabupaten Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Di berbagai daerah di Indonesia, daun kelor erat kaitannya dengan hal-hal mistis. Mulai dari untuk mengusir jin, hingga praktik ilmu hitam.

Namun di tangan Defi Ari (33), tanaman bernama latin Moringa Oleifera ini disulap menjadi minuman kaya manfaat. Ibu muda asal Desa Ngampel, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri ini, paham betul kandungan dari daun kelor.

Melalui keilmuannya yang dipelajari saat menempuh Magister Pertanian di salah satu universitas di Jawa Timur, tanaman berdaun mungil ini diubah menjadi teh celup. Kemasannya yang praktis, memudahkannya untuk dinikmati kapan dan di mana saja.

Banyaknya kasus stunting maupun stroke akibat diabetes dan kolesterol di lingkungan sekitarnya, melatarbelakangi ide produk teh celup daun kelor ‘Sinsu’ melalui rumah produksi Rasa Rindu.

“Saya melihat banyak anak yang terkena stunting, orang-orang yang banyak terkena penyakit seperti diabetes, kolesterol yang memicu terjadinya stroke,” kata Defi, Rabu (3/8/2022).

Kelor dipilih Defi karena kandungan gizinya yang sangat tinggi. Di antaranya berkhasiat untuk mengatur kadar gula darah, menghambat pertumbuhan sel kanker, meningkatkan kesehatan jantung dan menjaga daya tahan tubuh.

“Saya pilih kelor karena memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi hingga disebut superfood,” tambah Defi.

Apalagi di kampungnya, lanjut Defi, daun kelor yang tumbuh hampir di setiap pekarangan warga hanya dimanfaatkan untuk memasak dan tak jarang dibiarkan tumbuh lebat begitu saja.

Baca juga:
Pemuda di Jombang Sulap Barang Bekas Jadi Miniatur Motor

“Tanaman ini juga sangat mudah ditemukan di sekitar kita,” jelasnya.

Dalam proses pembuatannya, teh celup kelor diproses dengan cara dikeringkan selama 3 hari. Untuk hasil maksimal, Defi memilih daun yang berwarna hijau tua.

Daun yang sudah kering lalu diblender hingga menjadi bubuk dan siap dikemas dalam kantong teh celup.

“Tinggal seduh pakai air panas. Tanpa ampas. Bagus untuk dikonsumsi rutin,” lanjutnya.

Baca juga:
Unik, Warga Lamongan Manfaatkan Barang Bekas Ciptakan Palang Pintu KA

Terkait rasa, teh celup kelor Sinsu memiliki rasa yang khas daun kelor. Agak sedikit asam, namun tetap segar.

Saat ini, teh celup kelor Sinsu dipasarkan melalui online market place, bersamaan dengan Sambal Rasa Rindu. Sementara penjualan offline melalui pameran-pameran UMKM. Per kotak dia membandrol dengan harga Rp23.000.

Selain teh, Defi juga mengembangkan superfood ini menjadi minuman lemon kelor, cendol kelor, masker kelor serta minyak kelor untuk wajah yang masih terus disempurnakannya.