Pixel Code jatimnow.com

BIAN, Pemkab Lamongan Canangkan Ayo Imunisasi

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Pencanangan Ayo Imunisasi oleh Pemkab Lamongan di Pendopo Lokantantra. (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)
Pencanangan Ayo Imunisasi oleh Pemkab Lamongan di Pendopo Lokantantra. (Foto: Humas Pemkab Lamongan for jatimnow.com)

Lamongan - Peringati Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mencanangkan gerakan Ayo Imunisasi sebagai upaya peningkatan kesehatan anak.

Sebelumnya, Lamongan menjadi kabupaten terbaik dalam Kinerja Imunisasi Rutin Lengkap (IRL) di wilayah Jatim, Kabupaten Lamongan terus melakukan upaya untuk mendorong percepatan imunisasi anak di Lamongan.

"Jika diperlukan lakukan layanan home care service, dengan demikian masyarakat akan merasa nyaman dan benar-benar merasakan kehadiran pemerintah," ungkap Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, Rabu (3/8/2022).

Selain memassifkan gerakan solidaritas dan pelayanan terbaik, Bupati juga mengajak untuk melakukan modernisasi dan digitalisasi sistem pendataan sasaran dan jadwal imunisasi rutin pada balita dan anak.

"Dengan imunisasi maka anak-anak kita akan memiliki daya tahan tubuh yang kuat hingga dewasa nantinya serta bisa berprestasi lebih baik di sekolah,"imbuhnya.

Baca juga:
55 Ribu Anak di Tulungagung Jadi Target Imunisasi

Sementara itu, Kadinkes Lamongan dr Taufik Hidayat menargetkan imunisasi dasar lengkap sebanyak 94,1 persen dan target Baduta (Bayi 2 tahun) 85,6 persen (DPT dan MR) di Lamongan.

"Pencanangan BIAN Megilan 2022 itu tak lepas dari upaya Pak Yes dalam memasifkan gerakan Ayo Imunisasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama anak-anak Lamongan," ujarnya.

Baca juga:
Mas Dhito Minta Petugas Tidak Kendor Kejar Target Imunisasi 83.519 Anak

Memasuki tahap kedua pada bulan Agustus ini, lanjut Taufik, pemberian imunisasi tambahan campak-rubella kepada anak usia 9 sampai 59 bulan mencapai sasaran 63.977 anak.

"Melalui penyuntikan imunisasi/vaksinasi ini pula bentuk dari aksi nyata kehadiran pemerintah untuk melindungi dan mencegah balita dan anak-anak Lamongan dari penyakit menular (campak rubella polio, difteri, dan tetanus),” terangnya.