Pixel Code jatimnow.com

Cerita Kerisauan KH Rofi'i Baidlowi Pamekasan di Balik Terbentuknya P4TM

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Fathor Rahman
Kiai Kharismatik Madura, KH. M. Rofi'i Baidlowi (Foto: Herman Felani for jatimnow.com)
Kiai Kharismatik Madura, KH. M. Rofi'i Baidlowi (Foto: Herman Felani for jatimnow.com)

Pamekasan - Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se Madura (P4TM) resmi terbentuk. Ternyata terbentuknya paguyuban itu berawal dari kerisauan salah satu ulama di Madura tentang nasib para petani.

Ulama itu adalah KH. M. Rofi'i Baidlowi, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamidi, Banyuanyar, Pamekasan. Deklarasi itu berawal nasib petani dan pedagang tembakau yang selama ini produktifitasnya menurun, yang ia fikirkan.

Ketua Umum P4TM, H. Khairul Umam mengaku dipanggil khusus oleh Kiai Rofi'i. Kiai kharismatik tersebut menyampaikan kerisauannya soal nasib petani tembakau. Termasuk para pedagang yang juga terdampak harga tembakau.

"Beliau menyampaikan, jika nasib petani tembakau perlu dipikirkan bersama. Sebab menjadi salah satu sumber nafkah masyarakat di Madura," terang Khairul, Minggu (7/8/2022).

Di hadapan Kiai Rofi'i, Khairul mengaku telah menyampaikan perkembangan kondisi petani. Dari situ, sang kiai meminta agar nasib petani perlu dipikirkan bersama.

Baca juga:
Cuaca Tidak Menentu, Petani Tembakau di Bojonegoro Terancam Gagal Panen

Hal itulah yang menjadi dasar bagi Khairul mendirikan P4TM, sebagai wadah para petani tembakau di Madura.

"Masalah nasib petani tembakau juga dipikirkan oleh ulama. Dan ini pesan bagi saya untuk menindaklanjutinya," ungkapnya.

Dia juga mengaku tidak mudah untuk menyatukan persepsi sejumlah pihak sebelum deklarasi P4TM dilakukan. Namun hal itu bisa diatasi dan akhirnya terbentuk.

Baca juga:
Lahan Pertanian di Jember Terdampak Abu Vulkanik Erupsi Gunung Raung

Dengan terbentuknya P4TM, pihaknya berharap masyarakat Madura saling bahu membahu, kompak untuk bangkit dari keterpurukan soal tembakau. Sehingga menjadi lebih baik dan sejahtera bersama.

P4TM dideklarasikan di Pamekasan pada 6 Agustus 2022 lalu. Acara itu dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, tokoh agama, tokoh masyarakat dan anggota DPRD se- Madura. Termasuk petani dan pedagang.