Pixel Code jatimnow.com

Keren! 18 Mahasiswa UK Petra Surabaya Lolos Seleksi MSIB Batch 2022

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Perwakilan peserta MSIB Batch 3 Tahun 2022 UK Petra Surabaya bersama Tim MSIB pusat (Foto: Humas UK Petra Surabaya)
Perwakilan peserta MSIB Batch 3 Tahun 2022 UK Petra Surabaya bersama Tim MSIB pusat (Foto: Humas UK Petra Surabaya)

Surabaya - 18 mahasiswa UK Petra Surabaya lolos seleksi, menerima Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch 3 Tahun 2022.

Mahasiswa yang berhasil lolos pada kegiatan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) itu dari berbagai program yang ada di UK Petra.

Belasan mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi Communication Science, Accounting, Management, Informatics, dan Interior Design.

Kepala Pusat Karir UK Petra Surabaya, Sastra Budiharja Sastra menerangkan, program MSIB bukan program magang biasa. Mahasiswa akan mendapatkan Industrial Experience yang menambah nilai dalam portfolio.

Bahkan hasil kerja para mahasiswa ini dibayar oleh pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Terdapat dua kategori dalam program MSIB, yaitu Magang Bersertifikat dan Studi Independen Bersertifikat.

"18 mahasiswa UK Petra ini bersaing dengan kurang lebih 716.483 mahasiswa dari PTN dan PTS di seluruh Indonesia," terang Sastra usai sosialisasi program MSIB di Surabaya, Senin (8/8/2022).

Sementara Wakil Ketua Project Management Office Kampus Merdeka 2022, Kemendikbud Ristek, Nurhadi Irbatch menuturkan, hingga saat ini ada 1.800 industri yang mendaftar dan baru 226 industri yang lolos.

"Artinya minat industri dalam program MSIB sangat tinggi," ujarnya.

Baca juga:
Penyuluhan Kesehatan oleh Mahasiswa UMM dalam Rangkaian Bakti Masyarakat

Nurhadi menjelaskan, berbeda dengan program-program magang dan student independen sebelumnya, dalam MSIB kali ini, industri diminta menyerahkan lebih dulu projek untuk mahasiswa. Selain itu, industri juga harus menyediakan mentor bagi mahasiswa.

Selanjutnya, industri harus menjelaskan learning desain tentang pembelajaran dan skill apa saja yang akan didapatkan mahasiswa selama satu semester.

"Jadi tidak semua persyaratan bisa dipenuhi industri. Karena kita ingin bikin magang beda dengan sebelumnya. Kita ingin mengubah magang ini masuk dalam suatu aktivitas proses pembelajaran di kampus," ujarnya.

"Sehingga kita memastikan bahwa mitra punya program yang jelas, punya mentor untuk mahasiswa dan learning desain industri," sambung Nurhadi.

Baca juga:
Mahasiswa Program RPL Tanggung Biaya Kuliah Sendiri Jika Lulusnya Molor

Karenanya, bantuan pemerintah untuk mahasiswa dan mentor perlu diseleksi. Yang terpenting menurut Nurhadi adalah kualitas programnya bagus. Itu agar mahasiswa yang melakukan MSIB selama satu semester di luar kampus mendapatkan sesuatu yang berdampak.

"Berapa mahasiswa yang diterima industri dari program ini, masih dilakukan pendataan. Tapi kita sudah melakukan survei pada mahasiswa yang dalam program full time employment hampir sekitar 34 persen," katanya.

Pada program ini, Kemendikbud Ristek akan merekrut 35.616 mahasiswa pada batch 3. Namun, hingga hari ini masih sekitar 22 ribu data yang masuk atau lolos sesuai persyaratan dari sekitar sejuta mahasiswa yang meng-apply.

"Ini membuktikan minat mahasiswa tinggi, industri juga tinggi. Sedangkan program ini bisa diikuti bagi mahasiswa program S1 minimal semester 5 sampai semester 8. Sedangkan untuk program D3 minimal mahasiswa semester 4," ujarnya.