Pixel Code jatimnow.com

Puti Guntur Soekarno Sukses Bawa Beasiswa PIP untuk Ribuan Warga Surabaya

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Ni'am Kurniawan
Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI Puti Guntur Soekarno bersama Ketua PDIP Surabaya Adi Sutarwijono dan Wakil Ketua Bidang Keagamaan Budi Leksono saat melakukan sosialisasi PIP di Bubutan (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI Puti Guntur Soekarno bersama Ketua PDIP Surabaya Adi Sutarwijono dan Wakil Ketua Bidang Keagamaan Budi Leksono saat melakukan sosialisasi PIP di Bubutan (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Anggota Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPR RI Puti Guntur Soekarno sukses membawa beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk ribuan warga di Surabaya.

Perihal itu, Puti bersama Ketua PDIP Surabaya Adi Sutarwijono dan Wakil Ketua Bidang Keagamaan Budi Leksono menggelar sosialisasi PIP di Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Selasa (9/8/2022).

"14.500 Program Indonesia Pintar (PIP) dijaring dan diserap dari masyarakat. Ada dua jalur (sebenarnya), jalur pemerintah dari Kemendikbud, lalu jalur aspirasi dari anggota DPR RI Komisi X," papar Puti.

Puti bersyukur, upaya meringankan beban pendidikan dari aspirasi warga Surabaya sukses diterima oleh Kementerian Pendidikan. Untuk itu dia berharap, beasiswa PIP bisa dimanfaatkan warga secara maksimal untuk membantu biaya pendidikan putra dan putrinya.

"Ada beberapa jenjang syarat yang harus dipenuhi memang. Sehingga di sini saya mendorong bahwa kader PDIP, saya membawa program untuk warga," sambung Puti.

"Ya pesan saya singkat, digunakan sebaik mungkin untuk anak kita yang terkait dengan pendidikan. Karena ini adalah anggaran negara, program negara yang ditujukan untuk menambah kualitas anak-anak kita, agar tidak putus sekolah," papar dia.

Di tempat yang sama, Ketua PDIP Surabaya Adi Sutarwijono berharap, penerima PIP di Kota Pahlawan bisa ditambah kuotanya. Di sisi lain, dia kagum. Sebab di tangan Puti, warga Surabaya bisa menerima PIP secara maksimal.

"Beliau membawa tahun ini sejumlah 14.500. Saya bersyukur, kami semua PDIP di Kota Surabaya bersyukur 14.500 lebih itu terserap semua oleh warga masyarakat yang membutuhkan," terang Adi.

Baca juga:
Tak Ingin Ada Warga Kediri Putus Sekolah, Mas Dhito Kucurkan Bantuan Pendidikan

Penerima PIP juga berbeda di setiap jenjang. Untuk sekolah dasar (SD) setiap siswa menerima uang tunai Rp450 ribu, SMP Rp750 ribu dan jenjang SMA/SMK Rp1 juta.

"Ini membuktikan Ibu Puti ini tidak hanya turun saat kampanye saja. Tapi di masa-masa yang tidak ada aktivitasnya dengan kampanye, kami juga turun ke masyarakat, memperjuangkan apa yang menjadi problem itu dengan gotong royong," ungkap Adi.

Pria yang juga menjabat Ketua DPRD Surabaya itu menegaskan, PDIP merupakan partai yang mengutamakan kesejahteraan pendidikan. Dan hal itu memang selaras dengan kebijakan pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa.

"Begitupun Wali Kota Surabaya Pak Eri Cahyadi dan Pak Armuji, mereka berdua juga sama-sama kader PDIP Surabaya, mencanangkan beasiswa bagi pelajar SMA/SMK negeri dan swasta dari kategori MBR mendapatkan Rp200 ribu sebulan untuk membantu biaya pendidikan. Kemudian yang SD dan SMP dibantu seragam gratis. Itulah berbagai kebijakan yang intinya untuk meringankan beban keluarga," lanjutnya.

Baca juga:
Mahasiswa Penerima Beasiswa EMCL Tingkatkan Literasi Melalui Buku

Sementara Wakil Ketua Bidang Keagamaan PDIP Surabaya, Budi Leksono bersyukur, warga yang berada di daerah pemilihannya turut merasakan kerja keras Puti Guntur Soekarno itu.

"Kalau harapan warga, mereka bisa mendapatkan lagi dengan penambahan kuota. Sehingga warga sekitar Kelurahan Jepara bisa tercover semuanya. Karena banyak sekali yang memohon," jelas Buleks-sapaan akrab Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya itu.

Buleks meminta kepada warga yang belum lolos verifikasi penerima PIP bisa legowo dan mengajukannya kembali tahun depan. Mengingat, jika draft pendaftaran memang benar, sedikit kemungkinan beasiswa PIP itu pasti diterima.

"Mungkin karena data yang kurang valid, atau mungkin sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah," tandasnya.