Pixel Code jatimnow.com

Hadiri Sidang di PN Surabaya, Mas Bechi: Alhamdulillah Sehat

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Zain Ahmad
Mas Bechi tiba di PN Surabaya.(Foto: Zain Ahmad)
Mas Bechi tiba di PN Surabaya.(Foto: Zain Ahmad)

Surabaya - Terdakwa kasus pencabulan santriwati, Moch Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (15/8/2022). Mas Bechi tidak lagi menjalani sidang online, namun offline. Ia dihadirkan lansung di hadapan majelis hakim.

Saat tiba di PN Surabaya, Mas Bechi terlihat mengenakan rompi tahanan oranye dan tangan dalam keadaan terborgol. Ia berjalan santai dengan pengawalan ketat. Ketika ditanya awak media mengenai keadaannya, Mas Bechi dengan tegas mengatakan bahwa dalam keadaan sehat dan baik-baik saja.

"Alhamdulillah sehat mas," ungkapnya seraya berjalan membelah kerumunan awak media di depannya menuju ruang sidang.

Baca juga:
Kuasa Hukum Sebut Ada Motif Mas Bechi Dijatuhkan dari Ponpes

Diketahui, sidang lanjutan ke-5 yang dijalani Mas Bechi agendanya pemeriksaan saksi. Informasinya, ada sekitar 4-5 orang saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang yang dilakukan secara tertutup itu. Majelis Hakim terdiri atas Sutrisno, Titik Budi Winarti, dan Khadwanto. Lalu Panitera Pengganti Achmad Fajarisman.

Sebelumnya diberitakan, sidang perkara pencabulan santriwati dengan terdakwa Mas Bechi digelar secara offline atau tatap muka. Artinya, persidangan menghadirkan pihak terdakwa dan para saksi yang meliputi saksi pelapor, korban hingga saksi ahli. Namun dengan menyesuaikan penjadwalan waktu yang telah ditentukan. Keputusan tersebut dibuat Ketua Majelis Hakim Sutrisno dalam sidang lanjutan ke-4 dengan agenda putusan sela yang digelar di PN Surabaya, Senin (8/8/2022).

Baca juga:
JPU Hadirkan Saksi dalam Sidang Mas Bechi, Kuasa Hukum: Ceritanya Tak Masuk Akal

Selain itu, majelis hakim juga memutuskan bahwa sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan para saksi berjumlah sekitar 40 orang, 30 orang di antaranya saksi korban dan 10 orang saksi ahli, bakal dilakukan dalam dua kali sesi sidang yang berlangsung sepekan. Yakni pada Senin dan Kamis. Setiap harinya, pemeriksaan saksi berjumlah empat orang dengan durasi pelaksanaan sidang sekitar 4-5 jam.