Pixel Code jatimnow.com

Ribuan Warga Jatim Jadi Tamu Khusus Upacara HUT RI ke-77 di Grahadi, Bangga Rek!

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Ni'am Kurniawan
Gubernur Khofifah saat berfoto bersama warga undangan usai upacara HUT ke-77 RI di Grahadi (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Gubernur Khofifah saat berfoto bersama warga undangan usai upacara HUT ke-77 RI di Grahadi (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Kebanggaan dirasakan sebanyak 1.250 warga Jatim yang mengikuti langsung upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/8/2022).

Mereka bangga karena mendapatkan undangan khusus dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mengikuti upacara kenegaraan memperingati HUT ke-77 Kemerdekaan RI.

Hal itu diungkapkan Anang (57), warga asal Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Baginya lagu kebangsaan Indonesia Raya yang ia dengarkan di Grahadi pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 tahun ini menjadi sangat istimewa.

"Sangat alhamdulillah. Saya sangat bangga bisa berada di sini (di Gedung Grahadi). Saya hanya seorang sopir," ujar Anang usai upacara.

Tak sendiri, Anang mengikuti upacara HUT Ke-77 RI tersebut bersama dengan anak dan juga istrinya. Jauh-jauh datang dari Babat Lamongan, ketiganya datang sejak sore kemarin.

Anang mengaku, agar tak ketinggalan, dirinya bersama keluarga rela mencari penginapan terdekat dari Gedung Negara Grahadi Surabaya.

"Jujur saja, hendak memasuki Grahadi pun, saya merasa grogi. Bisa berkumpul dengan banyak pejabat-pejabat. Karena biasanya tidak pernah di lingkungan seperti ini. Kami hanya orang desa," ujarnya sambil terkekeh kecil.

Ha yang sama juga diungkapkan Weni Anita (40) asal Kediri yang juga menjadi tamu khusus Gubernur Khofifah pada perayaan HUT Kemerdekaan ke-77 RI di Gedung Negara Grahadi Surabaya, ia mengaku datang bersama ibunya.

"Biasanya saya hanya mengikuti upacara paling banter di kabupaten. Saya kali ini merasa terhormat. Kagum, baru pertama kali melihat acara semegah dan semeriah ini," ucap Weni.

Bertambahnya usia Republik Indonesia ke-77 tahun, diharapkan Weni juga sebagai pemacu agar Provinsi Jawa Timur semakin terdepan dari provinsi-provinsi lainnya.

"Salam saya untuk Ibu Gubernur, semoga terus membawa Jawa Timur lebih baik lagi, baik nasional maupun internasional. Merdeka," tuturnya.

Baca juga:
Saat Satresnarkoba Polrestabes Pimpin Upacara di SMKN 1 Surabaya

Sementara Kasiman (48) yang juga hadir dari Kabupaten Banyuwangi bersama istrinya mengakui upacara hari ini berjalan sangat khikmat. Menariknya, momen ini pun merupakan kali pertama Kasiman bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Timur.

"Alhamdulillah, saya kebagian undangan onlinenya. Saya sengaja langsung mendaftar untuk dapat bertemu langsung dengan Gubernur Khofifah," ujarnya.

"Tentu sangat senang sekali, peringatan 17an tahun ini jelas berbeda dari pengalamannsaya sebelumnya. Terima kasih undangannya Ibu Gubernur, baru pertama kali saya tahu yang namanya Gedung Grahadi. Semua yang ada disini luar biasa," imbuh Kasiman.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada momen peringatan HUT ke-77 RI kali ini Gubernur Khofifah memang secara khusus mengundang 1.250 masyarakat Jawa Timur untuk ikut merayakan Hari Kemerdekaan RI.

Jumlah tersebut terbagi atas 500 undangan untuk upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi yang dilaksanakan pukul 10.00 WIB, dan 750 undangan pada kegiatan penurunan bendera pukul 15.30 WIB di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Selain itu, setelah 2 tahun Indonesia dilanda pandemi Covid-19, kali ini peringatan HUT ke-77 RI di Jawa Timur juga dirayakan secara meriah.

Baca juga:
Viral Siswa SMP di Ponorogo Panjat Tiang Bendera saat Tali Pengait Lepas

Beberapa penampilan kesenian dari Jawa Timur diantaranya Tari Kolosal 'Sumpah Palapa' yang ditampilkan Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya, penampilan Reog Ponorogo dan drumband dari SMA Taruna Brawijaya Surabaya turut memeriahkan hari jadi Republik Indonesia.

Selain tamu undangan, Gubernur juga mengundang masyarakat untuk dapat menyaksikan kegiatan tersebut dari halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya. Tentunya, dengan tetap menggunakan masker, dan menjaga protokol kesehatan dengan ketat.

Melihat antusiasme masyarakat yang hadir langsung ke Gedung Negara Grahadi, Gubernur Khofifah mengatakan dirinya mengapresiasi sambutan hangat dari masyarakat Jawa Timur tersebut.

"Saya berterima kasih, bahwa waktu saya mengunggah Instagram (terkait pendaftaran undangan upacara di Gedung Negara Grahadi) tanggal 3 Agustus, masyarakat mulai tanya kok belum bisa diakses bu?, karena memang dibukanya mulai tanggal 7 Agustus," jelas Khofifah.

"Dibukanya mulai pukul 00.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB sudah close (karena kuota sudah terpenuhi). Saya mohon maaf kepada masyarakat, yang sudah mencoba mengakses, tapi memang tidak cukup hanya 500 undangan untuk upacara pagi dan 750 undangan untuk upacara sore," imbuh Khofifah.