Pixel Code jatimnow.com

Kelas Nyaris Roboh, Murid SDN 2 Karangpatihan Ponorogo Belajar di Tenda

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Mita Kusuma
Siswa belajar di tenda.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Siswa belajar di tenda.(Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Sejumlah murid SDN 2 Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, harus belajar di tenda. Mereka terpaksa mengungsi karena ruang kelasnya nyaris roboh.

Pantauan di lokasi, puluhan murid memindahkan meja dan kursi belajar dari ruang kelas tenda darurat yang dipasang sehari sebelumnya. Setelah semuanya tertata rapi, proses belajar mengajar pun dimulai.

Ada 4 kelas yang proses belajar mengajarnya dipindahkan ke tenda darurat. Yakni kelas 1, 2, 3 dan 4. Sedangkan kelas 5 dan 6 bertahan di ruang kelas karena tenda darurat tidak cukup.

“Ruangan kelas sudah terlalu parah rusaknya. Kebanyakan siswa takut. Setiap ada angin kencang bunyi kretek-kretek di atasnya. Siswa takut untuk belajar di dalam kelas,” ujar Wali Kelas 1 SDN 2 Karangpatihan, Nurhadi, Jumat (26/8/2022).

Menurut Nurhadi, sebenarnya belajar di tenda tidak efektif. Siswa menjadi gaduh karena dijadikan satu. Di dalam tenda panas saat siang hari. Begitu pula saat hujan akan muncul permasalahan lain. Akan tetapi tidak ada pilihan lain. Sebab jika tetap belajar di ruang kelas, dikhawatirkan roboh. Untuk itu, diharapkan segera ada perbaikan ruang kelas di SDN 2 Karangpatihan.

Baca juga:
Siswa MI di Jombang Belajar di Masjid, Kelas Rusak Diterjang Angin dan Hujan Es

“Harapan saya, baik pemda maupun pusat untuk segera membantu merehabilitasi gedung,” harapnya.

Sebelumnya, sebenarnya Dinas Pendidikan (Dindik) mengalokasikan dana perbaikan gedung sekolah di SDN 2 Karangpatihan. Rencananya pihak sekolah mendapatkan Dana Alokasi Umum (DAU).

Kabid Pembinaan SD Dindik Ponorogo Edi Supriyanto menjelaskan, dana yang dikucurkan mencapai Rp142 juta. Dana sebesar itu sudah turun dan tinggal menunggu realisasinya saja.

Baca juga:
Pondasi Gedung Sekolah di Trenggalek Diterjang Banjir, Siswa Mengungsi Belajar

“Kami mengajukan 3 ruang kelas di SDN 2 Karangpatihan. Tetapi yang disetujui pemerintah pusat hanya satu ruang saja,” kata Edy.

Untuk tiga kelas, perkiraan dananya Rp400 juta sampai Rp500 juta. Tetapi yang disetujui hanya satu dengan dana Rp142 juta. Selanjutnya untuk perbaikan 2 ruang kelas yang masih rusak akan diusulkan pada PAK tahun ini.