Pixel Code jatimnow.com

Aksi Jenaka Pak Ghulam Bikin Tawa Khofifah dan Orang se Grahadi Pecah

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Ni'am Kurniawan
Aksi jenaka Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim Sjaichul Ghulam bersama Kadinsos Jatim M Alwi di depan Gubernur Khofifah (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Aksi jenaka Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim Sjaichul Ghulam bersama Kadinsos Jatim M Alwi di depan Gubernur Khofifah (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Aksi jenaka Asisten Administrasi Umum Setdaprov Jatim Sjaichul Ghulam dan Kadinsos M Alwi membuat Gubernur Khofifah Indar Parawansa tak bisa menahan tawa.

Tawanya Khofifah dan seluruh yang hadir pecah, saat Ghulam bersama Kepala Dinas Sosial Jatim M Alwi berlenggak-lenggok memperagakan pasangan model, dalam rangkaian acara bersalawat di Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Sabtu (27/8/2022) malam.

Aksi itu dimulai saat Alwi menantang Ghulam yang memang dikenal pandai bersalawat untuk memimpin salawat bersama tim rebana yang didatangkan ke Grahadi. Tantangan itu diterima oleh Ghulam, dengan syarat Alwi harus berjoget di depannya.

Tak mau kalah dengan tantangan Ghulam, Kadinsos Jatim itu lantas bangun dan mengajak Ghulam untuk menepati janjinya. Mereka kemudian bergandengan dan berjalan beriringan, sesekali lompatan kecil juga dilakukan Ghulam.

Aksi mereka itulah yang membuat Khofifah bersama Sekdaprov Jatim Adhy Karyono serta seluruh yang hadir tertawa.

Usai acara, Khofifah mengaku memaklumi aksi kedua bawahannya itu karena memang di luar dari tugas kedinasan. Bahkan dia mengaku senang karena dari aksi mereka itu, suasana bisa langsung cair.

Baca juga:
Khofifah Ingin UMKM Jatim Naik Kelas, Tersertifikasi hingga Terstandarkan

"Ya tergantung, kita mencairkan suasana aja, lebih banyak seriusnya kali ya, kalau rapat kan nggak mungkin begini," ucap Khofifah kepada wartawan.

Khofifah juga menceritakan bahwa Ghulam memang memiliki hobi dan bakat bersalawat. Agenda yang ia gelar itu juga merupakan agenda internal keluarga Pemprov Jatim.

"Hari ini internal, sehingga suasanya bisa semakin cair, kalau ada tokoh eksternal kan sungkan, pasti Pak Ghulam sungkan, Pak Alwi sungkan gitu, kalau ini karena orang dalam ya kita saling mencairkan, toh bacaan-bacaan salawat, nasyid, tambah gambus itu, itu sih kawan-kawan mencairkan suasana aja," papar Khofifah.

Baca juga:
Aktivitas Peserta PKN II Jatim saat Tour Visitasi Kepemimpinan di Jabar

"Kebetulan Pak Ghulam ini tanggal 1 september sudah mengakhiri masa tugas, dan Pak Ghulam memang dikenal punya kemampuan untuk bernasid. Nah kebetulan ini nyambung kan tim salawat yang biasa mendampingi kita, nah mereka kok bisa menyambungkan salawat-salawat yang lainnya, ya nyambung aja, saya juga kaget lho kok nyambung sana, nyambung sana, oh berarti seperguruan ini," bebernya.

Saat ditanya, apakah sudah terbiasa dengan aksi jenaka bawahannya tersebut? Dan siapakah yang paling jenaka antara Ghulam dan Alwi? Khofifah mengaku jika semua bawahan memiliki cara jenakanya masing-masing. Namun, selalu mereka sembunyikan.

"Sebetulnya kawan-kawan ini cair kok kalau nggak ada saya," tandas Khofifah.