Pixel Code jatimnow.com

Gubernur Khofifah Minta YKI Jatim Maksimalkan Upaya Deteksi Dini

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Ni'am Kurniawan
Gubernur Jatim Khofifah dan Ketua YKI Jawa Timur Dr. dr. Joni Wahyuhadi.(Foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)
Gubernur Jatim Khofifah dan Ketua YKI Jawa Timur Dr. dr. Joni Wahyuhadi.(Foto: Humas Pemprov Jatim for jatimnow.com)

Surabaya - Pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Jawa Timur (Jatim) diminta untuk memaksimalkan upaya promotif dan preventif deteksi dini serta supportif-paliatif. Hal tersebut akan berdampak signifikan pada peningkatan angka kesembuhan bagi penderita kanker, terlebih kanker servik dan kanker payudara.

"Kami persambungkan dengan arahan Ketua Umum YKI Pusat yang mengajak memaksimalkan deteksi dini promotif , deteksi dini preventif, ditambah supportif paliatif," Kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat pengukuhkan pengurus YKI Cabang Koordinator Jatim masa bakti 2022-2027 di Gedung Negara Grahadi, dalam keterangan resmi yang diterima jatimnow.com, Rabu (31/8/2022).

Pengurus YKI Cabang Koordinator Jatim masa bakti 2022-2027 dikukuhkan berdasarkan SK No. 114 SK Cabang V Tahun 2022 tanggal 12 Mei 2022. Pengurus YKI Cabang koordinator Jatim juga dikukuhkan secara virtual oleh Ketua Umum YKI Pusat Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD, KHOM, FINASIM, FACP. Pengukuhan dilakukan secara simbolis kepada 9 pengurus serta ditandai dengan penyematan pin oleh Gubernur Jatim dan diikuti 41 pengurus lainnya.

Gubernur Khofifah menjelaskan, upaya promotif dan preventif deteksi dini dapat dengan menambah titik-titik pap smear dan mammografi. Caranya dengan melibatkan banyak pihak. Termasuk sinergitas dengan Dinas Kesehatan Jatim dan organisasi-organisasi masyarakat yang memiliki rumah sakit dan klinik di berbagai daerah.

"Pap smear bisa makin diluaskan, di titik mana potensi kemungkinan terjadinya servik sesuai dengan data yang ada di Dinkes. Kami bisa bangun sinergitas lebih kuat lagi untuk bisa memperbanyak pap smear. Saya rasa kalau dua hal ini yang menjadi PR kami, dua hal ini bisa kami masifkan. Insya Allah hasilnya juga signifikan sebagaimana yang selama ini sudah dilaksanajan YKI Jatim periode sebelumnya," jelasnya.

Pejabat nomor satu di Jatim itu menilai perlu melibatkan beberapa ormas yang memiliki rumah sakit atau klinik. Tujuan agar bisa melakukan berbagai program akseleratif. Berbagai upaya bisa dilakukan untuk memberikan kontribusi secara lebih signifikan terhadap penurunan kanker khususnya serviks dan kanker payudara.

Baca juga:
Ayo Rek! Ikut Upacara HUT ke-77 Jatim Sambil Tonton Penyanyi Cilik Farel Prayoga

"Jadi bisa dalam waktu singkat MoU dengan berbagai ormas yang memiliki rumah sakit dan klinik," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum YKI Pusat Prof. Dr.dr Aru Wisaksono Sudoyo mengatakan bahwa Indonesia memiliki tugas untuk menurunkan angka kanker sampai 30 persen pada 2030. Di Indonesia, 70 persen pasien kanker datang sudah pada stadium 3 dan 4. Oleh karenanya, ia menyebut bahwa promotif deteksi dini pada hakekatnya merupakan tugas utama bersama.

"Deteksi dini itu menjadi prioritas menjadi tugas dari kementerian kesehatan dan masyarakat. Selama ini kami lebih banyak pada hal-hal yang kuratif," ujar Prof Aru.

Baca juga:
Real Estate Sumbang Pertumbuhan PDRB dan Tenaga Kerja di Jatim

Ketua YKI Jatim Dr. dr. Joni Wahyuhadi, SpBS (K) melaporkan bahwa banyak sekali penderita kanker yang datang ke rumah sakit sudah dalam stadium akhir. Sehingga upaya untuk memaksimalkan kesembuhan menjadi lebih kecil. Untuk itu, pihaknya bertekad akan banyak melakukan upaya preventif dengan cara sosialisasi deteksi dini yang lebih masif Dnegan melibatkan media massa ataupun sosialisasi oleh organisasi-organisasi masyarakat.

"Salah satu target kami nanti bagaimana kanker payudara bisa terdeteksi lebih dini jumlah angka kesembuhannya menjadi lebih banyak," kata Joni Wahyuhadi.