Pixel Code jatimnow.com

Gerindra Beri Sinyal Tambah Koalisi dengan Partai Lain dalam KIR

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Ni'am Kurniawan
Rahayu Saraswati (tengah) bersama Ketua PD Tidar Jatim Muhammad Fawait (dua kanan) dan Ketua PC Tidar Surabaya Dwi Wijayanto (tiga kiri). (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Rahayu Saraswati (tengah) bersama Ketua PD Tidar Jatim Muhammad Fawait (dua kanan) dan Ketua PC Tidar Surabaya Dwi Wijayanto (tiga kiri). (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Rahayu Saraswati menyatakan pihaknya masih membuka sinyal komunikasi dengan partai lain. Potensi menambah partai dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) pun ia mungkinkan bisa terjadi.

"Kita membuka peluang, silakan yang mau bergabung, tapi tentunya itu juga untuk Cawapres. Posisinya Capres dan Cawapres masih sangat terbuka dan kita membuka komunikasi dengan partai-partai lain," ucap Saras yang juga Ketum Tidar usai membuka pelatihan dan pelantikan PC Tunas Indonesia Raya (Tidar) Surabaya di Hotel Royal Tulip, Darmo, Surabaya, Rabu (31/8/2022).

Saras mengaku, setelah Prabowo Subianto menyatakan maju menjadi Presiden RI, pihaknya telah mengerahkan pengurus dan anggota Tidar di seluruh Indonesia untuk saling membangun komunikasi baik dengan partai-partai lain.

"Kami dari Tunas Indonesia Raya (Tidar) perwakilan dari anak-anak muda, milenial, dan gen Z Gerindra kita siap berjuang, siap berkontribusi memberi perubahan untuk Indonesia lebih baik," imbuh Saras.

Baca juga:
Cak Imin dan Puan Maharani Bertemu, Gerindra Jatim: Biasa Saja

Lalu, mengenai Pilihan Legislatif (Pileg) 2024, pihaknya juga menargetkan penambahan kursi di DPR bisa didominasi oleh kalangan milenial dan generasi Z dari Tidar.

"Kami adalah perwakilan dari anak muda, milenial dan generasi Z Gerindra, kita siap untuk berjuang, siap berkontribusi, membawa solusi, membawa perubahan di Indonesia, meraih kekuasaan untuk membawa perubahan yang lebih baik demi masa depan kita semua," ucapnya.

Baca juga:
Elektabilitas Gerindra di Jatim Perlahan Naik, Berpotensi Salip PKB dan PDIP