Pixel Code jatimnow.com

Beras BPNT Kualitas Buruk Kembali Ditemukan di Jombang, KPM: Rasanya Sepo

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Elok Aprianto
Beras berwarna merah dan berbau yang diterima KPM di Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto.(Foto: Elok Aprianto)
Beras berwarna merah dan berbau yang diterima KPM di Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Persoalan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) kembali ditemukan di Kabupaten Jombang. Keluarga penerima manfaat (KPM) menerima beras kualitas buruk dan daging ayam afkir. Bantuan tersebut untuk periode Juni-Juli.

Kasus itu terjadi di Dusun Tambar, Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto Jombang. Bukan hanya di satu desa, beras kualitas buruk dan daging ayam afkir juga diterima seluruh KPM di Kecamatan Jogoroto. Salah satunya dialami Moh Saifuddin

Ditemui di rumahnya Desa Tambar, Moh. Saifuddin mengaku menerima BPNT pada 27 Agustus lalu. Ia mendapat 5 jenis barang. Yakni beras, ayam, telor, bawang dan ikan tongkol. Dari kesemuanya komoditas, beras dan ayam kondisinya tidak layak makan.

"Yang jelek ayamnya, nggak bagus. Ayam yang kecil-kecil, ayam yang afkir-an istilahnya. Itu ada bungkusnya dan ayam freezer-an, ada mereknya. Beras, kondisinya paling puruk. Kalau dimasak sepo (hambar,red), nggak ada gurihnya sama sekali. Warnanya ada kemerahan. Kutunya nggak ada, cuma kalau dicuci itu nggak ada air lerinya," ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Sabtu (3/9/2022).

Ia menduga beras BPNT yang diterima merupakan stok lama yang diolah kembali. Sebab beras saat dicuci, airnya tidak berwarna putih keruh.

"Kelihatannya polesan. Beras lama terus dipoles, karena saat dicuci itu gak ada lerinya," bebernya.

Beras BPNT yang diterima sebanyak 25 kilogram. Saifuddin sempat memasaknya dan dimakan satu keluarga. Lantaran tak ada rasanya, anak-anaknya tak ada yang mau mengonsumsi. Sehingga ia menjual beras BPNT tersebut.

"Rasanya sepo, sempat saya makan sekali, saya masak. Anak saya nggak mau makan. Akhirnya saya tukarkan di toko kelontong, dihargai Rp6.600 ribu per kg. Dari 25 kg kurang satu kg, saya jual. Saya terima uang Rp160.000 ribu," paparnya.

Baca juga:
Penderita Glaukoma Sering Ditipu Saat Berjualan, Begini Aksi Kapolres Bangkalan

Saat ditanya apakah ada KPM lain yang menerima beras dan ayam serupa, Saifuddin mengungkapkan bahwa hampir seluruh KPM mendapat komoditas yang sama.

"Sama, beras sama, ayamnya juga sama. Satu kecamatan, Insya Allah juga sama. Ambilnya di toko yang ada di RT 5," ucapnya.

Ketika disinggung apakah pihak agen e-warung tidak meminta KPM untuk mengembalikan beras tersebut, Saifuddin mengaku tidak mendapat pemberitahuan apapun.

"Nggak ada, pendamping juga nggak ada. Pendamping dari Dinsos. Padahal penyaluran ini sudah telat, ya. Dulu dapat beras, telur, ayam, kacang hijau, beras, dan bawang. Ya baru kali ini dapat gini," tukasnya.

Baca juga:
Mas Ipin Berharap Kebijakan Berbasis Data Bisa Bikin Bantuan Tepat Sasaran

Hal senada diungkapkan KPM lainnya, Suparlan. Ia mendapatkan beras kualitas buruk dan ayam afkir.

"Ya nggak saya makan. Saya simpan karena berasnya rusak," pungkasnya.

Sementara saat hendak dikonfirmasi, tempat agen e-warung yang menyediakan bansos BPNT di Dusun Tambar, Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, tampak tutup dan tidak ada aktivitas.