Pixel Code jatimnow.com

Empat Bocil di Surabaya Geber Motor Sambil Ayunkan Celurit, Satu Diamankan

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Zain Ahmad
Satu dari empat bocil pembawa celurit diamankan di Mapolsek Dukuh Pakis Surabaya (Foto: Fy)
Satu dari empat bocil pembawa celurit diamankan di Mapolsek Dukuh Pakis Surabaya (Foto: Fy)

Surabaya - Satu dari empat bocah cilik (bocil) diamankan anggota Polsek Dukuh Pakis setelah kedapatan mengayun-ayunkan senjata tajam (sajam) jenis celurit di Jalan Abdul Wahab Siamin, Surabaya, Sabtu (3/9/2022) dinihari.

Informasi yang diperoleh jatimnow.com, aksi tersebut dilakukan sekitar pukul 01.30 WIB. Empat bocil tersebut diduga hendak melakukan pembegalan. Dan saat ini, bocil berinisial MR masih diperiksa intensif di mapolsek.

"Benar, kami telah amankan remaja laki-laki, usainya masih 15 tahun. Dari hasil pemeriksaan sementara, yang bersangkutan bukan pelaku begal. Dia kami amankan karena membawa senjata tajam," ungkap Kanitreskrim Polsek Dukuh Pakis, Ipda Aman saat dikonfirmasi.

Aman menjelaskan, penangkapan terhadap bocil tersebut bermula saat anggota Bhabinkamtibmas Polsek Dukuh Pakis sedang mobile di daerah tersebut. Dia melihat ada 4 bocil sedang mengendarai dua motor tanpa mengenakan helm dan mengayun-ayunkan sajam.

Melihat itu, anggota Bhabinkamtibmas tersebut melakukan pengejaran. Dari situlah, empat bocil itu lantas kabur menggeber motornya, tapi tersungkur lantaran tidak bisa mengendalikan motornya usai bertemu marka kejut atau polisi tidur.

"Ketika jatuh, dari empat remaja tersebut, satu kemudian dapat diamankan anggota Bhabinkamtibmas. Itu yang paling kecil sendiri. Dan dia ini bukan yang membawa sajam. Karena saat kejadian anggota Bhabin hanya sendiri, tidak dapat mengamankan semuanya. Lainnya kabur," jelas Aman.

Ditanya apakah empat bocil tersebut merupakan komplotan begal, Aman mengaku hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan.

"Kalau dari keterangan yang bersangkutan, mereka ini habis dari acara ulang tahun temannya. Kemudian lewat jalan itu dan mengayun-ayunkan sajam. Pengakuannya untuk jaga-jaga. Namun dugaan awal, mereka ini hendak tawuran. Tapi itu masih dugaan, masih kami dalami lagi," tandasnya.