Pixel Code jatimnow.com

Ketua Gerindra Jatim Gaspol Cegah Stunting di Pasuruan

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Ni'am Kurniawan
Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad saat menyuapi salah satu Balita di Desa Genengwaru, Pasuruan (Foto: Fad for jatimnow.com)
Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad saat menyuapi salah satu Balita di Desa Genengwaru, Pasuruan (Foto: Fad for jatimnow.com)

Pasuruan - Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad rupanya gaspol mencegah stunting di Pasuruan. Ia kembali membaur dengan para ibu dan Balita, kali ini di Desa Genengwaru Kecamatan Rembang, Kamis (8/9/2022).

Wakil Ketua DPRD Jatim itu melakukan pembagian makanan tambahan (PMT) berupa susu, telur, dan biskuit bagi para Balita.

Di hadapan para ibu, keluarga Ponpes Sidogiri itu mengajak para ibu untuk aktif berperang melawan stunting.

Ia menegaskan, stunting merupakan tanggung jawab bersama. Karena, jika tumbuh kembang Balita terganggu, maka daya pikir Balita juga akan terhambat, sehingga terciptanya generasi emas untuk Indonesia bisa terganggu.

"Kita berharap, anak kita tumbuh memiliki daya pikir yang baik. Makanya jangan patah semangat, kita harus melawan stunting," ucap Sadad, sembari menyuapi salah satu balita yang ia gendong.

Sadad mengungkapkan, prosentase angka stunting di Kabupaten Pasuruan cukup besar, hampir 44 persen. Dirinya menekankan perlu adanya gerak cepat untuk segera menanganinya.

Ia berharap, kegiatan yang ia lakukan kali ini bisa menginspirasi Pemerintah dan stakeholder lainnya untuk memaksimalkan upaya penurunan stunting.

Baca juga:
Cak Imin dan Puan Maharani Bertemu, Gerindra Jatim: Biasa Saja

"Saya datang ke sini mungkin tidak menyelesaikan masalah, tapi bisa membantu dan terlibat langsung untuk ikut menanggulangi stunting," imbun pria yang masuk dalam bursa Bacagub Jatim 2024 itu.

Di tempat sama, Kepala Desa Genengwaru Sholehuddin mengaku senang atas partisipasi yang dilakukan Anwar Sadad kepada warganya.

Dari data yang ia catat, kasus stunting yang terjadi pada warganya cukup tinggi. Pada tahun 2020 terdapat 40 anak, 2021 sebanyak 28 anak, dan sekarang sudah tersisa belasan anak.

Baca juga:
Elektabilitas Gerindra di Jatim Perlahan Naik, Berpotensi Salip PKB dan PDIP

"Terima kasih kepada Anwar Sadad, kedatangan beliau memberikan support bagi kami, terlebih untuk menurunkan angka stunting," ucap Sholehuddin.

Sementara Tanti, bidan setempat menjelaskan, prosentase stunting di Desa Genengwaru terjadi karena warga setempat malu mengakui jika putra atau putrinya mengalami stunting. Akibatnya, para ibu, lebih memilih untuk menangani sendiri, tanpa konsultasi pada bidan setempat.

"Kenapa Genengwaru bolak-balik ada kegiatan stunting? Karena desa ini sebagai 'locus' stunting di Kabupaten. Persoalannya kadang banyak orangtua yang malu jika anaknya dikatakan stunting, syukurnya ada support dari beberapa pihak, termasuk Anwar, ini akan berdampak kepada orang tua," jelas Tanti.