Pixel Code jatimnow.com

Polisi Hentikan Kasus Bayi Dipotong Lehernya saat Bersalin di RSUD Jombang

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Elok Aprianto
Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha saat pers rilis di Satreskrim Polres Jombang.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha saat pers rilis di Satreskrim Polres Jombang.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Polisi akhirnya menghentikan kasus hukum bayi bernama Cahaya Rembulan yang di-dekapitasi (pemotongan kepala bayi) saat proses bersalin di RSUD Jombang. Hal ini berdasarkan hasil analisis medis beserta kajian yang dilakukan para ahli dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) maupun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jatim.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha menjelaskan, berdasarkan laporan polisi yang dilakukan oleh Yopi Widianto (26) selaku ayah bayi, yang meninggal saat proses bersalin di RSUD Jombang, ditemukan beberapa hal.

"Terhadap laporan polisi yang dilakukan Yopi yang merupakan suami korban, kami telah melakukan penyelidikan dan memeriksa 9 orang saksi. Kami juga menggandeng dari IDI Jatim, kemudian IBI Jatim, kami lakukan pemeriksaan sebagai ahli, dalam perkara ini," ungkap Giadi pada sejumlah jurnalis, Selasa (13/9/2022).

Baca juga:
Bayi Dipotong Leher saat Bersalin di RSUD Jombang, Ini Penjelasan IDI dan IBI

"Dan kami simpulkan dalam laporan polisi saudara Yopi sebagai pelapor. Dan kesimpulan gelar perkara yang kami laksanakan adalah bukan merupakan tindak pidana, sehingga terhadap laporan polisi tersebut, kami lakukan penghentian penyelidikan," sambung Giadi.

Lebih lanjut Giadi menjelaskan, dari penyampaian para ahli, diketahui secara kode etik maupun secara keilmuan kedokteran, semua tindakan penanganan yang dilakukan pada saat persalinan Rohma Roudotul Janah (29) warga Dusun Slombok, Desa Plemahan, Kecamatan Sumobito, Jombang, sudah sesuai prosedur.

Baca juga:
Kasus Bayi Meninggal Dunia saat Bersalin di RSUD Jombang Berakhir Damai

"Secara keilmuan maupun kode etik sudah disampaikan oleh IDI dan IBI Jatim," pungkasnya.