Pixel Code jatimnow.com

Gubernur Khofifah: Pertumbuhan Ekonomi Jatim Meroket Jika...

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Ni'am Kurniawan
East Java Investifal 2022 di Tunjunga Plaza Surabaya. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
East Java Investifal 2022 di Tunjunga Plaza Surabaya. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pertumbuhan ekonomi di Jatim akan meroket jika distribusi peluang dari pemerintah pusat terpenuhi.

Hal itu ia ungkapkan saat membuka East Java Investifal 2022 di Tunjunga Plaza Surabaya, Rabu (14/9/2022). Mengutip dari arahan Presiden RI Joko Widodo motor penggerak ekonomi adalah investasi.

"Bagaimana distribusi kesempatan dan peluang. Kami sudah bertemu dengan Freeport. Freeportnya mbok ya di Jatim, pajaknya biar di Jatim. Berulang kali Jatim siap, tapi Jakarta yang tidak siap," ucap Khofifah.

Beberapa perusahaan nampak hadir dalam moment tersebut, seperti PT Freeport Indonesia, Nestle, hingga PTPN. Di hadapan mereka Khofifah juga menegaskan jika SDM di Jatim siap mendukung langkah investor berkiprah di Jawa Timur.

"Itu juga sudah kami sampaikan. Karena ini akan menggerakan berbagai sektor, SDM akan bergerak dan berbagai lainnya, namun belum terpenuhi. Semen juga dilakukan hal yang sama, namun hasilnya tetap,"imbuhnya.

Baca juga:
Ayo Rek! Ikut Upacara HUT ke-77 Jatim Sambil Tonton Penyanyi Cilik Farel Prayoga

"Minimal head quarter office ada di sini lah. Belum diizinkan juga. Artinya distribusi peluang diberikan maka pertumbuhan ekonomi di Jatim meroket, dan kesejahteraan masyarakat meroket," sambung mantan Mensos RI itu.

Dirinya yakin, SDM di Jatim memiliki kekuatan besar yakni social capital dan intelektual capital.

Baca juga:
Real Estate Sumbang Pertumbuhan PDRB dan Tenaga Kerja di Jatim

"Tinggal menunggu political komitmen. Pola seperti ini akan menjadi catatan bersama," tegasnya.

Untuk diketahui, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Jawa Timur menggelar East Java Investifal 2022, mulai 14 hingga 16 September 2022. Langkah ini diharapkan mampu menarik para investor dan mendongkrak realisasi investasi di Jawa Timur.