Pixel Code jatimnow.com

Kejurnas Wushu Piala Presiden 2022, Ahmad Dhani dan Airlangga Hartanto

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Ahmad Dhani bersama Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) Airlangga Hartarto (Foto-foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Ahmad Dhani bersama Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) Airlangga Hartarto (Foto-foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu Piala Presiden 2022 yang digelar di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memasuki hari ketiga. Kejurnas ini diikuti 450 atlet dari 21 provinsi di Indonesia.

Bersamaan dengan itu juga digelar Jatim Open Wushu Championship yang memperebutkan Piala Airlangga Hartarto untuk kategori Kung Fu dan Piala Menpora untuk kategori Taulo. Pertandingan berlangsung makin kompetitif.

Dari pantauan di lokasi, pada kejuaraan tersebut Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) Airlangga Hartarto yang hadir menyaksikan langsung, tampak ditemani pentolan Dewa19 Ahmad Dhani.

Keduanya juga ditemani beberapa tokoh lainnya, yaitu Sekjen PBWI Ngatino, Ketua Pengprov Wushu Jatim Soedomo Mergonoto, Kepala Dispora Jatim Pulung Chausar dan tokoh pengusaha Surabaya Alim Markus.

Airlangga Hartarto yang juga Menko Perekonomian RI itu datang sekitar pukul 14.00 WIB, Selasa (20/9/2022). Dia langsung naik panggung untuk melancarkan sesi upacara penganugerahan penghargaan (UPP). Airlangga mengalungkan medali ke para pemenang.

Saat turun dari panggung, Airlangga tampak akrab dengan Ahmad Dhani. Mereka berkeliling menengok lapangan empat yang masih ada pertandingan. Tak hanya saja melihat para atlet bertanding keduanya pun sempat saling berbalas pujian dengan mengacungkan ibu jari kepada Ahmad Dhani itu.

Ahmad Dhani bersama Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) Airlangga HartartoAhmad Dhani bersama Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) Airlangga Hartarto

Baca juga:
Mahasiswa Ubaya Ini Mampu Seimbangkan Prestasi Akademik dan Nonakademik

Setelah cukup berkomunikasi, Airlangga mendatangi langsung laga antara atlet Sanda dari NTB melawan Jawa Tengah.

"Saya bangga kepada seluruh atlet. Mulai dari junior hingga senior. Juga termasuk kepada orangtua yang hadir," ujar dia.

Airlangga mengatakan, menjadi atlet wushu tidak bisa instan. Setiap atlet junior, misalnya, rata-rata butuh waktu latihan selama 4 sampai 5 tahun.

"Sehingga, kejurnas kali ini adalah ajang untuk regenerasi. Sekaligus menjaring para atlet terbaik yang bakal diturunkan ke gelanggang kejuaraan dunia pada Desember nanti, di mana Indonesia dipercaya jadi tuan rumah. Jadi, kejurnas ini merupakan uji prestasi bagi para atlet," papar Airlangga.

Baca juga:
Dua Atlet Wushu Keluarga Besar UK Petra Surabaya Sumbang Medali Emas

Saat Airlangga berkeliling lapangan bersama Ahmad Dhani, banyak atlet yang mengajaknya berswafoto. Tak hanya atlet saja, keduanya juga diajak foto bersama oleh para orangtua atlet yang sedang mengantakan putra-putrinya untuk bertanding.

Dalam kesempatan itu, Dhani mengaku sangat senang bisa hadir bersama Airlangga untuk melihat langsung aksi para atlet wushu di Graha Unesa.

"Sangat senang melihat semangat para atlet muda itu. Harapannya semoga bisa melahirkan atlet-atlet MMA yang bertanding di level dunia," tutur Dhani.