Pixel Code jatimnow.com

Catat! Jembatan Bandar Ngalim Kota Kediri Mulai Ditutup 25 September

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Yanuar Dedy
Jembatan Bandar Ngalim Kota Kediri yang dibangun (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Jembatan Bandar Ngalim Kota Kediri yang dibangun (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kota Kediri - Proyek pembongkaran dan penggantian Jembatan Bandar Ngalim, Kota Kediri akan dimulai 25 September 2022.

Dalam satu tahun ke depan, jembatan dengan panjang 157 meter yang melintangi Sungai Brantas itu akan ditutup.

Saat ini ssejumlah persiapan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dan kepolisian untuk pengalihan arus lalu lintas.

Menurut Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, pembangunan Jembatan Bandar Ngalim akan dilakukan menggunakan anggaran APBN. Proyek dikerjakan oleh BUKAKA dan Baja Titian Utama. Lebar jembatan baru ini nantinya akan mencapai 13 meter untuk 4 lajur.

"Kita akan lakukan pengalihan arus lalu lintas selama jembatan ini diperbaiki," jelas Abu Bakar dalam jumpa pers, Rabu (21/9/2022) sore.

Abu Bakar menambahkan, perbaikan jembatan ini membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun. Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Kediri Kota Kediri juga telah membuat rute pengalihan lalu lintas.

Diharapkan tidak terjadi kemacetan akibat dari perbaikan jembatan ini. Karena jembatan yang dibangun sejak Tahun 1973 ini tidak hanya dilalui kendaraan pribadi, tapi juga kendaraan umum.

Jembatan ini merupakan salah satu titik padat di Kota Kediri. Selain akses bagi warga setempat, juga menjadi jalur penghubung Tulungagung-Nganjuk, Tulungagung-Surabaya maupun sebaliknya.

Baca juga:
Jembatan dalam Perbaikan, Pemudik Diharap Waspadai Kemacetan di Bangkalan

"Kita akan berikan rambu-rambu sehingga tidak membingungkan pengguna jalan. Kita pikirkan mana yang terbaik agar penguraian lalu lintas berjalan lancar. Harapan saya kurang dari satu tahun jembatan ini sudah bisa digunakan lagi," jelasnya.

Untuk mendukung rekayasa lalu lintas, pihaknya juga membuka kembali jembatan lama. Jembatan Brug Over den Brantas te Kediri yang berusia lebih dari seabad itu akan dibuka untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Didik Catur mengungkapkan, ada beberapa upaya yang akan dilakukan. Pertama memaksimalkan fungsi ATCS di Simpang Brawijaya dan Ruang Pusat Pengendali Lalu Lintas secara berkala pada pukul 06.00 sampai 22.00 WIB.

Kedua melakukan penertiban dan penataan parkir pada ruas Jalan Brawijaya, Wachid Hasyim dan KDP Slamet untuk memperlancar akses menuju dan keluar Jembatan Brawijaya.

Baca juga:
Jembatan Ngaglik 1 Lamongan Bisa Digunakan Nanti Sore Sesuai Rekom Tim Uji Beban

Serta menempatkan personel di titik-titik rawan kepadatan, akan ada sekitar 80 personel dari Dinas Perhubungan dan Satlantas dan memasang Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan Alternatif sebanyak 26 titik.

"Kita juga sudah atur rute pengalihan arus lalu lintasnya. Kita akan sosialisasikan terus dan kita minta bantuan teman-teman media untuk menyampaikan kepada masyarakat," tandasnya.