Pixel Code jatimnow.com

Warga Kabuh Jombang Korban Kebrutalan Oknum Pesilat Dirawat di RSUD Ngimbang

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Elok Aprianto
Korban atas nama M. Slamet sedang menjalani perawatan di RSUD Ngimbang.(Foto: Kades Kauman)
Korban atas nama M. Slamet sedang menjalani perawatan di RSUD Ngimbang.(Foto: Kades Kauman)

Jombang - Salah satu korban kebrutalan oknum pesilat yang mengamuk di Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, Jombang, dilarikan ke RSUD Ngimbang. Korban mengalami luka akibat benda tajam dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif.

Kepala Desa Kauman Riyanto membenarkan bahwa warganya menjadi korban amukan oknum pesilat. Menurutnya, korban amukan oknum pesilat itu masih satu keluarga. Yakni, M. Slamet (49), Hengki Prasetyo Budi (26), dan Abel Agustin (17). Ketiganya warga Desa Kauman.

"Sekarang masih di rawat di RS Ngimbang. Korbannya ada 3, dua laki-laki, dan satu perempuan. Yang kondisinya paling parah itu bapaknya, Slamet itu, yang dua cuma luka kecil," ungkapnya, Senin (26/9/2022).

Dikatakan Rianto, dari ketiga korban yang kondisinya paling parah dialami M. Slamet. Akibat luka benda tajam, Slamet mendapatkan beberapa jahitan.

"Luka akibat senjata tajam, karena ada beberapa jahitan. Luka di pelipis sebelah kiri, terus bagian belakang tubuh, sama bahu," paparnya.

Baca juga:
Cucu Bupati Mundjidah Nahkodai PC GP Ansor Jombang Periode 2022 - 2026

Hingga kini korban atas nama Slamet masih dirawat di RSUD Ngimbang.

"Sampai sekarang posisinya dirawat di RSUD Ngimbang," ucapnya.

Saat ditanya apa yang menjadi penyebab Slamet dan keluarganya menjadi sasaran kebrutalan oknum anggota perguruan silat, Riyanto mengaku tidak mengerti apa penyebabnya.

Baca juga:
Pelaku Pembacokan di Mojoagung Jombang Dibekuk Polisi, Ini Pengakuannya

"Kurang tahu mas, tapi yang jelas dari PSHT sering buat kerusuhan," pungkasnya.