Pixel Code jatimnow.com

Pelaksanaan ANBK SD di Jombang Mundur, Ini Penyebabnya

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Elok Aprianto
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) SD di Kabupaten Jombang, mundur dari jadwal yang ditentukan.

Sebelumnya ANBK dijadwalkan pada 26-27 September. Namun karena terkendala sarana dan prasarana, ANBK bakal dilaksanakan 28-29 September.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Senen menjelaskan, ada 188 sekolah menumpang ke sekolah lain karena mereka tidak memiliki sarana prasarana yang memadai.

"Simulasi mundur, dari yang semula tanggal 26-27, diundur menjadi tanggal 28 dan 29 September, serta simulasi kedua 3 dan 6 Oktober," ungkap Senen, Selasa (27/9/2022).

menurut Senen, simulasi pertama dan kedua hanya diikuti sekolah yang menyelenggarakan secara mandiri. Siswa dari sekolah yang menumpang tidak perlu ikut simulasi.

"Ya nanti tetap ada panduannya tentang ANBK dilaksanakan di sekolah masing-masing, tapi bukan simulasi," bebernya.

Dijelaskan Senen, simulasi ini dilakukan untuk sinkronisasi komputer dari server sekolah ke pusat. Dan sekolah yang menyelenggarakan ANBK secara mandiri harus memiliki sarana komputer yang memadai, juga jaringan internet yang mumpuni.

"ANBK juga tidak bisa dilakukan dengan menggunakan HP. Ada beberapa aplikasi yang harus dibuka pakai komputer, tidak bisa hanya pakai HP," ungkapnya.

Dia mengaku jika ratusan sekolah yang menumpang ANBK hingga kini belum dipetakan.

"Nanti setelah sinkronisasi baru kita lakukan pemetaan," ucapnya.

Dia menegaskan, ANBK SD diikuti hampir seluruh siswa kelas lima. Namun bagi sekolah yang memiliki kelas pararel, hanya diambil sampling 30 siswa utama dan lima siswa cadangan.

"Jumlahnya tidak banyak, hanya sedikit yang diambil sampling. Kayak SDN Kepanjen 2 yang punya banyak siswa kelas 5 baru diambil sampling, hanya 30 anak. Kalau hanya satu rombel jumlah siswanya 20 atau 28, ya semua ikut semua," ujar Senen.

Dia mengatakan jika ANBK SD dibagi menjadi empat gelombang. Gelombang pertama 24-25 Oktober, gelombang 26-27 Oktober, gelombang ketiga 31 Oktober sampai 1 November dan gelombang keempat 2-3 November.

"Sekolah bisa memilih, disesuaikan dengan ketersediaan sarana prasarana," pungkasnya.