Pixel Code jatimnow.com

Mengunjungi Monumen Kresek Madiun, Saksi Bisu Keganasan PKI

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Mita Kusuma
Monumen Kresek Madiun. (Foto-foto: Mita Kusuma/jatimnw.com)
Monumen Kresek Madiun. (Foto-foto: Mita Kusuma/jatimnw.com)

jatimnow.com - Tahun 1948 silam tidak pernah dilupakan bagi warga di Kabupaten Madiun. Pada tahun tersebut ada konflik berdarah pemerintah dengan Front Demokrasi Rakyat yang digawangi oleh PKI, Partai Sosialis, Partai Buruh Indonesia, SOBSO dan Pesindo.

Ada satu monumen yang menjadi saksi bisu terjadinya pemberontakan PKI.Yaitu monumen Kresek yang terletak di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Letaknya ada di wilayah timur Kabupaten Madiun.

Tidak susah untuk melihat Monumen Kresek. Jalan yang dilalui tidak susah, bahkan aspal goreng mulus. Hanya saja memang berada di dataran tinggi sehingga jalannya naik turun.

Saat masuk, langsung disambut oleh sebuah sumur yang telah ditutupi oleh relief korban keganasan PKI. Sumur tersebut diketahui tempat pembuangan korban keganasan PKI.

Di dekat situ ada prasasti batu ukuran nama-nama prajurit TNI, Polri, pamong praja, tokoh masyarakat dan guru yang menjadi korban keganasan PKI.

Geser ke depan ada pendopo di area Monumen Kresek merupakan bekas rumah penduduk yang dijadikan markas PKI. Juga sebagai ajang pembantaian para korban keganasan PKI.

Ada 2 patung besar, letaknya paling atas. Sebelum ke monumen terdapat undak-undakan tangga. Masing-masing berjumlam 17, berjumlah 8 dan berjumlah 45 menunjukkan tanggal 17-08-1945 sebagai hari Kemerdekaan RI.

Paling atas ada patung dua orang yang satu membawa perang seakan mau memenggal orang.

Di bawahnya ada patung anak-anak usia SD berjejer. Ada 5 anak-anak, dua menggambarkan anak SD berjenis kelamin perempuan. Tiga lainnya berjenis kelamin laki-laki.

Baca juga:
Pengangkut Bata Ringan Ringsek Usai Cium Pantat Truk di Jombang

Untuk yang paling atas, usut punya usut adalah Muso yang membawa pedang ingin memenggal seorang kiai. Muso sendiri merupakan pemimpin PKI yang lahir di Kediri (menurut Wikipedia). Sedangkan yang menjadi korban adalah Kiai Husein.

Korban Muso itu adalah seorang kiai yang arif bijaksana. Saat tahun 1948, Kiai Husein adalah anggota DPRD Kabupaten Madiun.

Untuk yang patung anak-anak merupakan anak-anak korban PKI. Patung itu menggambarkan mereka menuntut Pemerintah RI agar menumpas kegiatan PKI di Madiun.

Baca juga:
Edan! Pelajar di Madiun Gabung Komplotan Curanmor

Di sebelah barat bangunan Patung Muso dan Kiai Husen ada bangunan relief yang menggambarkan proses pemberontakan yang dilakukan oleh PKI. Sekaligus penumpasannya.

Penumpasan ternadap PKI dilakukan oleh devisi Siliwangi dipimpin oleh Kolonel Sadikin dan devisi Jawa Timur dipimpin oleh Kolonel Sungkono.

Monumen ini dibangun dari tahun 1987 dan selesai tahun 1991. Dibangun di atas tanah seluas 3,3 hektare.

Yuk berkunjung ke Monumen Kresek, wisata sekaligus belajar sejarah.