Pixel Code jatimnow.com

Persedikab Janji Lebih Maksimal Usai Digelontor Dana Rp7 Miliar

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Yanuar Dedy
Persedikab Kediri menggelar latihan di Stadion Canda Bhirawa.(Foto: Persedikab Kediri/jatimnow.com)
Persedikab Kediri menggelar latihan di Stadion Canda Bhirawa.(Foto: Persedikab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Persedikab Kediri melanjutkan persiapannya menghadapi kompetisi Liga 3 Jawa Timur yang rencananya bergulir akhir Oktober nanti. Hari ini hingga sepekan ke depan, mereka menggelar pemusatan latihan di Solo.

Musim ini, Persedikab Kediri mendapat sokongan dana fantastis untuk mengarungi kompetisi Liga 3 Jawa Timur yang akan dikebut dalam setahun. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat menggelontorkan dana sebesar Rp7 miliar untuk tim berjuluk Bledug Kelud.

Sokongan dana berasal dari APBD Kabupaten Kediri tahun ini. Dana tersebut jauh lebih besar dibanding musim sebelumnya yang hanya Rp4 miliar.

Media Officer Persedikab Kediri Dimas Andhika Pramayuga berjanji bekerja lebih maksimal. Dia optimistis tim dengan warna kebesaran Merah itu mampu menembus Liga 2 musim depan.

“Kami akan bekerja semaksimal mungkin. Jangan sampai kami gagal lagi, optimis Liga 2,” kata Dimas Andhika Pramayuga, Selasa (4/10/2022).

Saat ini, tim yang diketuai Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito punya komposisi yang lebih komplet. Selain pemain muda, ada juga pemain senior berpengalaman yang menempati di semua lini.

Baca juga:
10 Tempat Nongkrong di Surabaya Sediakan Nobar Piala Dunia 2022

Mereka adalah mantan punggawa Persik Kediri Eka Sama Adi dan Galih Akbar. Kehadiran keduanya diharapkan bisa membantu kedalaman skuat Bledug Kelud.

“Melihat komposisi tim, persiapan segala macem musim ini terbilang komplet. Dengan kondisi ini kami optimis,” tambahnya.

Sementara itu, Kompetisi Liga 3 sesuai dengan rencana diputar pada pertengahan Oktober 2022. Akan tetapi untuk kepastian waktu kompetisi, tentunya akan diputuskan kembali oleh pihak penyelenggara.

Baca juga:
Video: Unik, Kampung Gila Bola di Pasuruan

Mengingat saat ini, pemerintah dan operator liga masih menghentikan kompetisi hingga evaluasi tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang pada 1 Oktober 2022, selesai secara menyeluruh.

(ADV)