Pixel Code jatimnow.com

Setiap Perempatan di Jalan Protokol Kota Ini Ada Patungnya

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Mita Kusuma
Salah satu patung di Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)
Salah satu patung di Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)

jatimnow.com - Bagi warga pelancong dan kebetulan ke Ponorogo, mungkin aneh dengan penampakan patung di setiap perempatan. Tapi patung tersebut bisa menjadi pertanda bahwa sudah memasuki Bumi Reog.

Di antaranya patung Bujangganong, Warok, Kelono Sewandono dan Jathil. Patung-patung itu menggambarkan sosok-sosok yang ada dalam pertunjukan Reog Ponorogo.

Menilik sejarah, patung dibangun pada 1996/1997. Saat itu pucuk pimpinan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo adalah alm Markum Singodimedjo.

Pembangunan patung tidak sekadarnya. Anggaran pembangunan berasal dari partisipasi beberapa pihak, tidak murni dari Pemkab Ponorogo saja.

Keberadaan patung juga bermanfaat untuk menampilkan identitas ponorogo di tempat-tempat strategis. Seperti di perempatan maupun pertigaan di pusat kota.

Saat pembangunan, ada poin yang ingin disampaikan. Yakni, keamanan lalu lintas. Pasalnya saat pembangunan lampu lalu lintas jumlahnya sangat terbatas.

Baca juga:
Pria di Kediri Hasilkan Karya Lukis Guratan di Atas PVC

Salah satu patung di Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)Salah satu patung di Ponorogo.(Foto: Mita Kusuma)

Tercatat banyak kecelakaan lalu lintas. Bahkan ada kecelakaan yang menyebabkan pelajar tewas. Kabarnya ada yang berkirim surat dibuatkan bundaran dengan tujuan mengurangi kecepatan kendaraan besar di setiap perempatan.

Kemudian dibangun perempatan yang juga ada patung. Adanya patung diharapkan bisa menjadi ikonik Bumi Reog. Pasalnya, patung yang dibangun berdasarkan identitas reog. Lalu ada pula personel lainnya seperti jathilan, bujangganong dan warok.

Baca juga:
Pilihan Pembaca: Satgas PPA, Mayat di Saluran Irigasi, Karya Seni

Total ada tujuh patung yang dibangun di perempatan. Patung bujangganong di perempatan pabrik es, patung bujangganong lainnya di perempatan Tambakbayan, lanjut patung warok di pertigaan Ngepos dan perempatan Jeruksing.

Yuk, tertarik mengunjungi Bumi Reog?