Pixel Codejatimnow.com

Cerita Atlet Paramotor Muda Asal Mojokerto

Editor : Sofyan Cahyono  Reporter : Achmad Supriyadi
Wahyu Wijaya bersama Ilung ayahnya menunjukkan medali yang diraih di PON Papua.(Foto: Ilung for jatimnow.com)
Wahyu Wijaya bersama Ilung ayahnya menunjukkan medali yang diraih di PON Papua.(Foto: Ilung for jatimnow.com)

jatimnow.com - Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Mungkin peribahasa itu yang tepat untuk Wahyu Wijaya atlet paramotor muda dari Desa Seduri, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Remaja 17 tahun itu merupakan anak dari pasangan Muhammad Akbar atau Ilung dan Kasianah. Ilung merupakan atlet paramotor yang banyak menyabet juara, baik nasional maupun internasional.

Je, panggilan anak pertama dari Ilung dan Kasianah ini pada 2021 mendapat juara 3 di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua cabor paramotor kelas presisi take off.

"PON tahun kemarin itu pertama kali saya mengikuti kejuaraan paramotor dan alhamdulilah dapat medali perunggu atau juara tiga," kata Je saat ditemui di rumahnya, Rabu (26/10/2022).

Wahyu Wijaya saat menunjukkan medali yang diraih.(Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)Wahyu Wijaya saat menunjukkan medali yang diraih.(Foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

Menurut Je, keinginannya untuk menjadi atlet paramotor datang dengan sendirinya. Bukan karena permintaan atau disuruh ayahnya.

"Ingin sendiri, tidak dipaksa sama papa. Mulai kecil lihat papa latihan terbang, mungkin itu salah satu faktor yang mempengaruhi saya ingin jadi atlet paramotor," ujarnya.

Baca juga:
Beladiri Diprediksi Bakal Jadi Tren Olahraga 2024, Tertarik Mencoba?

Pemuda hitam manis yang saat ini duduk di kelas XII SMA Negeri 1 Mojosari ini menjelaskan, kedua orang tuanya sangat mendukung dirinya dalam olahraga paramotor.

"Papa-mama pasti sangat mendukung. Kalau latihan ya pas hari Minggu atau libur saja. Saat ini saya juga konsentrasi ujian nasional atau assessment nasional berbasis komputer," tuturnya.

Je berharap bisa menjadi atlet paramotor yang bisa mengharumkan nama Jatim dan Indonesia di kejuaraan dunia.

Baca juga:
Pemkot Batu Mulai Siapkan Venue Porprov Jatim 2025

"Ya paling tidak prestasinya bisa kayak papa, tapi kalau bisa melebihi papa. Even terdekat pra-PON di Maret tahun depan," pungkasnya.