Pixel Code jatimnow.com

3 Wisata Religi di Kediri: Makam Mbah Mursyad hingga Guru Sri Aji Joyoboyo

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Yanuar Dedy
Suasana makam Gus Miek di Tambak, Kecamatan Mojo.(Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Suasana makam Gus Miek di Tambak, Kecamatan Mojo.(Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Selain destinasi wisata alam dan kulinernya, Kediri memiliki banyak jujukan wisata religi. Banyak tokoh besar dalam era penyebaran Islam dimakamkan di kota ini.

Ada Syekh Abdullah Mursyad yang menyebarkan agama Islam di Kediri sejak abad 14 hingga Wasil Syamsudin yang konon merupakan guru spiritual Raja Kediri Sri Aji Jayabaya.

1. Makam Syekh Abdullah Mursyad

Makam Syekh Abdullah Mursyad ada di Desa Bakalan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Kisahnya dalam penyebaran agama Islam di Kediri abad 14 menjadi cerita turun temurun. Sebagai salah satu kawasan religi di Kediri, makamnya tak pernah sepi peziarah.

Dalam ceritanya, Syekh Abdullah Mursyad menyebarkan Islam melalui kesenian kentrung. Hingga kemudian pada era Wali Songo ke Indonesia, Sunan Kalijaga menggunakan wayang sebagai media dakwahnya.

Berdasarkan versi Kiai Alla Mansyur di daerah Kolak, Kecamatan Ngadiluwih, Syekh Mursyad dikenal memiliki kelebihan yang luar biasa pada masa Kerajaan Majapahit. Sebelum dipindahkan di Desa Bakalan, makam Syekh Mursyad berada di dalam kawasan Pabrik Gula Mrican.

2. Makam Gus Miek

Di Tambak, Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, juga terdapat makam kiai kharismatik yang tak pernah sepi peziarah, Gus Miek atau KH Hamim Tohari Djazuli.

Baca juga:
Wujudkan Kota Batu Bebas Sampah, Petugas Kebersihan Diberi Bonus Umrah

Peziarah datang dari berbagai daerah untuk memanjatkan doa di makam pencetus dan penyusun jamaah Dzikrul Ghofilin dan semaan Alquran yang dikenal sebagai Jantiko Mantab tersebut.

Makam Hafidz yang wafat pada 5 Juni 1993 tersebut bersanding dengan makam sang istri Nyai Lilik Suyati yang wafat pada 6 Oktober 2019. Makam dengan batu nisan hitam berkalung tasbih itu dikeliling pagar putih dengan balutan kain berenda dan bunga cantik di setiap sudutnya.

Di komplek makam bergaya Joglo itu juga bersemayam orang-orang suci. Terpisah dengan makam Gus Miek, ada tiga makam kuno penyebar agama Islam dari Instanbul, Turki. Yakni, Syaikh Maulana Abdul Qodir Khoiri bin Ismail Al-Iskandariyah, Syaikh Maulana Abdullah Sholil Al-Istambuli dan Syaikh Maulana Muhammad Herman Arruman. Ketiga tokoh tersebut dimakamkan dalam satu area dengan Mbah Ageng Makom Tigo Tambak.

3. Makam Mbah Wasil

Baca juga:
Yuk, Mampir di Museum Gubug Wayang Kota Mojokerto

Ketiga, ada makam Syekh Al Wasil Syamsudin atau akrab disebut Mbah Wasil. Makam ini berada di jantung Kota Kediri, tepatnya di Jalan Dhoho yang menjadi pusat perekonomian Kota Tahu.

Peziarah di makam Mbah Wasil datang dari Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya, Malang, Solo dan daerah lain di sekitar Kediri. Kawasan wisata religi ini juga dikenal dengan Setono Gedong yang memiliki masjid megah.

Terkait sosoknya, Mbah Wasil dikenal sebagai penyebar agama Islam pertama di Kediri, tepatnya di Kelurahan Setono Gedong, Kecamatan Kota Kediri. Mbah Wasil diperkirakan masuk ke wilayah Kediri saat masa pemerintahan Raja Sri Aji Joyoboyo abad ke-10. Masyarakat percaya Mbah Wasil berasal dari Istanbul, Turki.

Selain menjadi tokoh besar dalam penyebaran agama Islam di Kota Kediri, sosok Mbah Wasil konon merupakan guru spiritual Sri Aji Joyoboyo, raja yang terkenal sakti di Kediri yang pamuksannya berada di Desa Menang, Kabupaten Kediri.