Pixel Code jatimnow.com

Dalam 9 Bulan, 52 Kasus Kekerasan Seksual Anak Terjadi di Kabupaten Malang

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Galih Rakasiwi
Salah satu pelaku kekerasan seksual terhadap anak yang diamankan Unit PPA Satreskrim Polres Malang (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Salah satu pelaku kekerasan seksual terhadap anak yang diamankan Unit PPA Satreskrim Polres Malang (Foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Selama 9 bulan, mulai Januari hingga Oktober 2022, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang telah menanggani 52 kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

Hal itu disampaikan Panit PPA Polres Malang Aipda Nur Leha, Kamis (27/10/2022). Katanya, angka itu mungkin saja bertambah.

"Kan masih Oktober, jadi ada kemungkinan bertambah. Tapi semoga saja tidak. Menurut saya banyak faktor yang melatarbelakangi kekerasan pada anak," jelas Nur Leha.

Menurutnya, paling utama yaitu seorang anak yang keluarganya mengalami keretakan rumah tangga atau orangtua yang sedang bekerja di luar negeri.

"Begitu juga pelakunya rata-rata orang dekat para korban, baik itu saudara atau pun bukan hubungan darah tapi tempat tinggalnya berdekatan," papar dia.

Baca juga:
Aktivis Mahasiswa Pasuruan Dirikan Posko Pengaduan Kekerasan Seksual

Nur Leha berpesan agar korban atau keluarganya yang mengetahui kejadian seperti itu segera melapor. Kepolisian juga memberikan pendampingan psikologis.

"Perlu digarisbawahi, kasus yang menimpa anak di bawah umur tidak hanya pada kekerasan seksual. Belum termasuk global semua kasus yang ditangani PPA Polres Malang," tambahnya.

Baca juga:
DPRD Libatkan 18 LSM Revisi Perda Perlindungan Anak di Surabaya

Sebelumnya Polres Malang menanggani kasus seorang pemuda yang melakukan penculikan, penyekapan, pencabulan dan pencurian terhadap anak perempuan berusia 16 tahun.

Pelaku mencampuri minuman kopi milik korban dengan obat bius sehingga korban tidak sadar. Korban lalu dibonceng menggunakan motor dan dibawa ke rumahnya. Korban dicabuli dalam keadaan tidak sadar, bahkan handphone milik korban dicuri pelaku.