Pixel Code jatimnow.com

Keren! Jombang Ekspor Perdana Daun Talas ke Australia

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Elok Aprianto
Pemberangkatan ekspor perdana daun talas dari Jombang ke Australia (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Pemberangkatan ekspor perdana daun talas dari Jombang ke Australia (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Untuk meningkatkan ekonomi pascapandemi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Pertanian (Disperta) menggali potensi daerah, salah satunya memanfaatkan daun talas sebagai pengganti tembakau.

Disperta Jombang bahkan memberangkatkan ekspor perdana daun talas dalam bentuk rajangan ke Australia, sebanyak 7,5 ton, Rabu (2/11/2022).

Kepala Disperta Jombang, Muh Rony menjelaskan, dalam rangka merecoveri pertumbuhan ekonomi pascapandemi, pemerintah berupaya untuk memperbanyak volume ekspor sesuai dengan potensi yang ada.

"Dan di Jombang dengan adanya daun talas bening ini, yang kemudian laku di pasar luar negeri, ini mungkin berkah tersendiri," ungkap Rony usai pemberangkatan ekspor perdana daun talas di Kantor Kecamatan Kabuh.

Dia mengaku, daun talas bening untuk saat ini memiliki nilai jual di luar negeri lantaran ada pemberlakuan zero nikotin di beberapa negara maju, seperti Amerika hingga Eropa.

"Untuk itu kami selaku dinas teknis akan terus mengawal mulai dari proses budidaya termasuk memfasilitasi proses perajangan daun talas," papar dia.

Dia menjelaskan, luas lahan yang disediakan untuk petani menanam daun talas bening ini ada puluhan hektar. Letaknya ada di Kecamatan Kabuh dan Wonosalam.

Daun talas bening berbentuk rajangan dari Jombang yang diekspor ke AustraliaDaun talas bening berbentuk rajangan dari Jombang yang diekspor ke Australia

"Di Wonosalam ada sekitar 80 hektar, dan di Kabuh ada sekitar 45 hektar. Selain itu ada juga di Sumobito dan Mojoagung," tambahnya.

Rony mengatakan, untuk menanam daun talas bening ini sangat mudah, yakni dengan cara menanam umbi talas. Dan dalam waktu beberapa bulan bisa dipanen.

Baca juga:
Perluas Pasar Ekspor Jatim, Khofifah Gelar Misi Dagang di Riyadh Arab Saudi

"Selanjutnya setelah tumbuh tiga daun dan tingginya sekitar 30 sentimeter. Setelah 6 bulan bisa dipanen. Kelebihannya, setelah dipanen, dua mingguan bisa tumbuh daun baru," ujarnya.

"Artinya cukup tanam sekali, dan bisa dipanen berulang kali. Hingga dua sampai tiga tahun ke depan. Baru tanaman ini harus dibongkar. Dan itu selama tiga tahun bisa produktif daunnya," sambungnya.

Dia menyampaikan jika 7,5 ton daun talas dalam bentuk rajangan ini diekspor ke Australia untuk dijadikan pengganti tembakau.

"Negara Eropa, Amerika menetapkan kebijakan zero nikotin. Artinya untuk perokok-perokok tidak lagi diperkenankan menggunakan tembakau yang ada nikotinnya," ucapnya.

"Kemudian mereka mencari alternatif, bahan baku apa yang sejenis tembakau tapi tidak memiliki nikotin. Nah ternyata talas bening inilah yang kemudian mirip dengan tembakau dan bisa dipakai bahan baku rokok serta tidak mengandung nikotin," tambah Rony.

Baca juga:
Manggis asal Jatim Curi Perhatian Australia

Rony mengaku jika pasar daun talas bening ini sangat potensial di pasar internasional.

"Sebetulnya target ekspor itu 10 kontainer per bulan ini, membuat eksportir Jombang ini kuwalahan mencari bahan baku. Sehingga mereka mencari sampai ke Jawa Tengah hingga ke Banyuwangi," paparnya.

Rony mengaku untuk saat ini buyer yang sudah datang ke Jombang untuk melakukan pembelian daun talas bening ini berasal dari Australia.

"Sementara buyer yang sudah bertemu dengan ibu bupati ini dari Australia," pungkasnya.