Pixel Code jatimnow.com

Kepala Daerah se Jatim Digembleng Agar Gercep Tanggulangi Bencana

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Ni'am Kurniawan
Pelatihan kepemimpinan dalam penanggulangan bencana di Jatim (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Pelatihan kepemimpinan dalam penanggulangan bencana di Jatim (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta bupati dan walikota bersama jajaran Forkopimda se Jawa Timur meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi bencana, di tengah dampak cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi.

Mereka digembleng dalam pelatihan kepemimpinan dalam penanggulangan bencana bersama Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto, di Kantor BPSDM Provinsi Jatim, Jalan Balongsari Tama, Surabaya, Rabu (2/11/2022).

"Dalam rakor kali ini kami mencari solusi komperehensif utamanya terkait penanganan bencana di saat cuaca ekstrim yang diikuti hydrometeorologi. Yang mana kondisi ini sangat memungkinkan terjadinya banjir bandang, longsor, tanah bergerak serta angin puting beliung," ujar Khofifah.

Menurutnya, perlu langkah preventif dalam upaya mitigasi bencana di Jatim. Untuk itu, berkaitan dengan peningkatan kewaspadaan dan mitigasi untuk meminimalisir risiko bencana, Khofifah ini menekankan kepada pemda untuk aktif mengupdate informasi potensi dan resiko bencana di wilayahnya.

Baca juga:
UMP 2023 Jawa Timur Naik 7,8 Persen

Dia juga meminta agar pemda melakukan kolaborasi baik dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sampai dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk mitigasi bencana geologi atau kegunungapian.

"Kebijakan dan pengambilan keputusan yang tepat yang diambil oleh pemerintah daerah akan memberikan percepatan perlindungan masyarakat terhadap dampak bencana. Oleh sebab itu penanggulangan bencana ini harus dilakukan dengan cepat, tepat dan bermanfaat bagi masyarakat," tambahnya.

Baca juga:
Khofifah Babat Alas Kenalkan Turats Ulama Nusantara dan Kontribusinya pada Dunia

Khofifah juga berpesan, setiap ada bencana, pemda bersama camat harus aktif turun mendampingi masyarakat. Ditambah upaya-upaya pemetaan dengan skenario penanggulangan bencana.

"Termasuk bagaimana mengkondisikan kultur masyarakat. Karena sering karena kultur, masyarakat enggan untuk menjaga lingkungan. Bagaimana mengajak masyarakat mau menjaga sungai dengan tidak membuang sampah itu bukan yang bisa disepelekan," jelas Khofifah.