Pixel Code jatimnow.com

Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan Dilakukan Besok, Ini Kesiapan Polres Malang

Editor : Rochman Arief Reporter : Galih Rakasiwi
Salah satu mobil yang terbalik di sekitar Stadion Kanjuruhan dalam insiden yang terjadi (1/10/2022) silam. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
Salah satu mobil yang terbalik di sekitar Stadion Kanjuruhan dalam insiden yang terjadi (1/10/2022) silam. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com- Polres Malang memastikan kesiapan pelaksanaan autopsi ekshumasi terhadap korban tragedi kanjurhan. Bahkan personel yang disiapkan sebanyak 250 untuk melakukan pengamanan.

Adapun lokasi ekshumasi dilakukan terhadap dua korban yang berada di Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak pada Sabtu 5 November 2022.

“Ada dua fokus pengamanan saat pelaksanaan autopsi ekshumasi nanti. Pertama, fokus memberi pelayanan bagi keluarga korban atau pemohon,” kata Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis Aryana, Kamis (3/11/2022).

Kemudian, pengamanan itu juga untuk memastikan tim dokter bisa melaksanakan tugasnya bersama penyidik Polda Jatim dengan aman dan lancar.

Pengamanan nanti, beber Kholis, seperti layaknya pengamanan kegiatan pada umumnya. Ada penjagaan dan pengaturan yang sudah tersusun.

“Pengamanan ini supaya pihak keluarga korban, penyidik, dokter, pengawas atau warga hingga Aremania yang ingin melihat tidak sampai mengganggu proses autopsi ekshumasi,” tegas Kholis.

Baca juga:
Cerita Pertarungan Raden Panji Melawan Sumolewo dan Terbentuknya Nama Kepanjen

Selain petugas dari Polres Malang, personel Polda Jatim, Kodim 0818 wilayah Malang-Batu, Satpol PP serta Linmas dan perangkat desa setempat juga dilibatkan.

Adapun teknis autopsi digelar, pihaknya belum mengetahui secara pasti karena tergantung kondisi cuaca.

“Bila cuaca mendukung autopsi ekshumasi akan dilakukan di tempat. Sekarang semua peralatan, sarana prasarana dan pelayanan khusus yang dibutuhkan, sudah kami siapkan. Kami selalu cek dan ricek untuk memastikan alat atau perlengkapan yang dibutuhkan tim di lokasi,” ungkapnya.

Baca juga:
Dorong Generasi Muda Peduli Lingkungan, Jasa Tirta I Gelar Temu Ilmiah

Sebelumnya kakak beradik atas nama Natasya Debi Ramadani (16) dan Naila Debi Anggraini (13) menjadi korban tragedy Kanjuruhan.

Autopsi ekshumasi kedua korban ini atas permintaan sang ayah, yakni Devi Athok, warga Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang.