Pixel Code jatimnow.com

Punya Ilmu Kanuragan, Warga Bojonegoro Tewas Tersambar KA

Editor : Rochman Arief Reporter : Misbahul Munir
Polisi dibantu warga melakukan evakuasi korban tersambar KA Ambarawa di Bojonegoro. (foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Polisi dibantu warga melakukan evakuasi korban tersambar KA Ambarawa di Bojonegoro. (foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Saiful Desa Ngampal Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro tewas tertabrak kereta api, Minggu (6/11/2022) pagi. Ia meninggal di perlintasan kereta api, tepatnya di Desa Margomulyo Kecamatan Balen.

Menurut Ali, yang juga warga setempat sekaligus penjaga perlintasan mengatakan bahwa korban disambar KA Ambarawa rute Semarang-Surabaya, sekitar pukul 7.30 WIB.

Ia menjelaskan jika saat itu korban sedang berjalan, hendak menyeberang perlintasan kereta. Korban melewati jalan lain yang tidak jauh dari lokasi tempat Ali menjaga pintu perlintasan.

Di saat yang sama, KA Ambarawa sedang melaju dari arah timur (Surabaya). Karena jarak yang begitu dekat, korban tersambar kereta. Kuatnya benturan membuat korban terpetal sejauh 50 meter dan meninggal di tempat.

“Dari pagi itu sudah riwa riwi (mondar-mandir. Orang ini (korban) lewat jalan lain, sekitar 30 meter dari pintu perlintasan kereta,” kata Ali.

Menurutnya para penguna jalan dan warga sekitar sudah memberi peringatan, akan ada kereta yang melintas. Diduga korban kurang waspada dan tak acuh dengan peringatan warga, sehingga tetap melintas.

Baca juga:
Truk dan Mobil Mini Bus Adu Moncong di Bojonegoro, Satu Tewas

"Sudah saya teriaki, warga sekitar dan pengguna jalan juga berteriak mengingatkan," lanjut Ali.

"Sebetulnya hendak saya kejar, tapi saya harus jaga (perlintasan kereta). Klakson kereta juga bunyi keras, tapi dia tetap melintas. dan akhirnya tersambar,” sambungnya.

Peristiwa itu pun sudah dilaporkan pada pihak kepolisian setempat. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bojonegoro.

Baca juga:
Viral Pengantin Wanita Digendong Melintasi Banjir saat Pernikahan di Bojonegoro

“Tadi ada dari keluarganya yang datang, sekarang sudah dibawa ke rumah sakit sama polisi,” pangkasnya.

Warga lain yang akrab disapa Gundul mengungkapkan bahwa korban merupakan orang yang senang melakukan lelaku atau mendali ilmu kanuragan. Diduga pula memiliki gangguan jiwa atau ODGJ (orang dengan gangguan jiwa).

“Agak berbeda dengan orang pada umumnya, kemana-mana selalu jalan kaki,” tegas pria yang akrab disapa Gundul ini.