Pixel Code jatimnow.com

HIPAKAD Jatim Beri Wawasan Kebangsaan pada Ribuan Santri

Editor : Rochman Arief Reporter : Galih Rakasiwi
HIPAKAD Jatim memberi wawasan kebangsaan kepada pelajar. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)
HIPAKAD Jatim memberi wawasan kebangsaan kepada pelajar. (foto: Galih Rakasiwi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 1.000 pelajar di SMP dan SMA Ar-Rohmah, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang mendapat wawasan kebangsaan dari Himpunan Putra-putri Keluarga TNI AD (HIPAKAD), menyambut Hari Pahlawan, Kamis (10/11/2022).

Mengusung tema 'Pahlawan Sebagai Uswatun Khasanah Dalam Kehidupan Sehari-hari' HIPAKAD bersama perwakilan Korem 083/BDJ memberikan wawasan dan motivasi kepada para pelajar, yang merupakan santri Pesantren Hidayatulloh Malang.

Ketua DPD HIPAKAD Jatim, Priyo Effendy mengatakan, pihaknya menyambut antusias Ponpes Hidayatulloh untuk menanamkan wawasan kebangsaan. Menurutnya, generasi milenial wajib memahami esensi bangsa dan pahlawan.

“Saat ini, bisa dibilang generasi muda kita ada pada fase pemahaman yang minim. Untuk itu perlu terus digemakan tentang apa itu Pancasila, NKRI dan nilai pahlawan,” katanya, Kamis (10/11/2022).

Effendy menilai kurangnya wawasan kebangsaan dan kepahlawanan dari para generasi muda, berbanding lurus dengan era modernitas saat ini.

Baca juga:
Santri Tewas Tersambar KA Pertamina di Pasuruan Sepulang Salat Jumat

“Generasi muda banyak yang tidak mengetahui nama-nama para pahlawan, apalagi riwayat pahlawan dan esensi perjuangan mereka,” ungkapnya.

Untuk penekanan yang disampaikan meliputi tentang tokoh pejuang dan pengaruhnya untuk kemerdekaan, juga semangat tanpa pamrih merebut kemerdekaan bangsa.

“Dahulu, era sebelum generasi milenial, di jenjang SMP dan SMA sudah mendapatkan materi ketahanan kenegaraan, namun sekarang sudah dihapus. Maka perlu diperkenalkan kepada generasi muda," tegasnya.

Baca juga:
Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah Raih Penghargaan Santri of The Year 2022

Terlebih pemahaman generasi muda dinilai kurang, sebab minimnya referensi terkait kebangsaan yang tidak ada lagi dalam pendidikan formal.

“Idealisme sebuah bangsa itu dibentuk atas dasar kebanggaan dan kecintaan terhadap tanah air. Selanjutnya, idealisme kebangsaan menggelora, ketika nilai-nilai Pancasila tertanam dalam hati dan pikiran generasi muda,” tutupnya.