Pixel Code jatimnow.com

Situs Adan-adan Digali Lagi untuk Wisata Edukasi Masyarakat

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Yanuar Dedy
Penampakan temuan benda bersejarah di Situs Adan-adan. (Foto-foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Penampakan temuan benda bersejarah di Situs Adan-adan. (Foto-foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Situs Adan-adan di Desa Adan-adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri digali lagi. Kali ini resmi dibuka untuk wisata edukasi masyarakat.

Penggalian kesekian kalinya sejak 2016 ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan tujuan untuk menampakkan kembali temuan benda-benda bersejarah di Situs Adan-adan.

Selama ini, menurut Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Eko Prianto, banyak masyarakat kecewa karena tidak mendapati apapun di lokasi situs peninggalan Kerajaan Kadiri tersebut. Pihaknya selalu menutup kembali dengan tanah usai ekskavasi.

"Jadi memang kendala kita selama ini, orang datang ke sini sering kali kecewa, ketika datang kok nggak bisa lihat ya Pak, ini keunikannya dimana ya. Maka dari itu dari pimpinan kami yang lama punya inisiatif untuk memberikan kegiatan untuk membuka ini," kata Eko Prianto, Senin (14/11/2022).

Lanjut Eko, benda sejarah yang berhasil ditemukan di area Situs Adan-adan tersebut meliputi Makara, Kepala Kala dan Arca Dwarapala.

Dalam bangunan candi, Makara ini berada di sebelah kanan dan kiri pintu. Hiasan Makara lebih sering digambarkan bersama Kala, sehingga sering disebut Kalamakara. Sedangkan Dwarapala merupakan patung penjaga gerbang atau pintu.

Baca juga:
Kabupaten Kediri Jadi Tuan Rumah Banteng Fondo Ride

Di situs Adan-adan Dwarapala cukup besar. Diduga, situs Adan-adan merupakan percandian Budha yang besar, bahkan terbesar di Jawa Timur.

"Jadi memang penggalian atau ekskavasi ini berbeda dari ekskavasi tahun-tahun sebelumnya, kalau tahun sebelumnya murni terkait ekskavasi arkeologi, kali ini lebih pada ekskavasi studi pengembangan dan pemanfaatan Situs Adan-adan," tambah Eko.

Ini menurut, Eko penting, sebagai edukasi untuk generasi muda. Juga sebagai bahan inspirasi motif-motif batik atau seni rupa lainnya.

Seperti yang terbaru, pakaian khas Kediri terinspirasi dari Lidah Api yang ada di Situs Adan-adan ini.

Baca juga:
Tak Ingin Ada Warga Kediri Putus Sekolah, Mas Dhito Kucurkan Bantuan Pendidikan

"Kenapa ini penting, kebetulan bupati kita juga sangat concern dengan kebudayaan dan salah satunya kemarin sudah menghasilkan pakaian khas Kediri itu ya, nah pakaian khas Kediri itu salah satu inspirasinya dari Makara di Adan-adan ini. Panjenengan bisa lihat di atas itu adalah Lidah Api yang kemudian di adopsi pada pakaian khas Kediri," terang Eko.

Selain untuk menambah ilmu pada generasi muda dan menambah inspirasi terkait pola-pola batik dan seni rupa, pembukaan ini juga bisa menjadi pemberdayaan masyarakat desa. Baik secara ekonomi maupun potensi lainnya.