Pixel Code jatimnow.com

Bupati Kediri Mas Dhito Kenakan Baju Motif Lidah Api, Ini Asal-usulnya

Editor : Rochman Arief Reporter : Yanuar Dedy
Mas Dhito saat memakai pakaian khas Kabupaten Kediri yang terinspirasi Situs Adan-adan. (foto : Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito saat memakai pakaian khas Kabupaten Kediri yang terinspirasi Situs Adan-adan. (foto : Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Motif Lidah Api pada pakaian khas Kabupaten Kediri terinpirasi dari Situs Adan-adan yang baru saja resmi dibuka untuk masyarakat. Percandian yang konon terbesar di Jawa Timur ini berada di Desa Adan-adan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat menjadikan Situs Adan-adan sebagai wisata edukasi masyarakat.

Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Eko Priatno mengaku selama ini banyak masyarakat yang kecewa karena tidak mendapati jejak apapun di situs peninggalan Kerajaan Kadiri.

Karena pihaknya selalu menutup kembali usai ekskavasi yang beberapa kali dilakukan sejak 2016 lalu.

Di Situs Adan-adan, menurut Eko Priatno, ada sejumlah benda bersejarah yang berhasil ditemukan, yakni dwarapala, kepala kala dan makara.

Dalam bangunan candi, dwarapala merupakan patung penjaga gerbang atau pintu. Sedangkan makara berada di sebelah kanan dan kiri pintu. Adapun hiasan makara lebih sering digambarkan bersama kala, sehingga sering disebut Kalamakara.

Makara, di Situs Adan-adan inilah yang menjadi inspirasi motif Lidah Api pada pakaian khas Kabupaten Kediri. Lidah Api itu menurut Eko ada di bagian atas makara.

"Pakaian khas (Kabupaten) Kediri itu salah satu inspirasinya dari makara di Adan-adan. Panjenengan (Anda) bisa melihat di atas itu adalah lidah api yang kemudian diadopsi pada pakaian khas Kediri," kata Eko Priatno, Kamis (24/11/2022)

Baca juga:
Hasil Patroli TPS Pilkades Serentak, Mengejutkan Temuan Polres Kediri

Motif Lidah Api pada pakaian khas Kabupaten Kediri itu berada di bagian depan, yang menghiasi bagian leher hingga bawah.

Pakaian khas Kabupaten Kediri berwarna merah maroon itu belum lama ini diluncurkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, yang bertepatan dengan Peringatan Hari Jadi ke-1.218 Kabupaten Kediri.

Pakaian khas bernama Wdihan Kadiri untuk pria dan Ken Kadiri untuk perempuan itu bahkan semakin dikenal masyarakat luas di penjuru dunia.

Ini setelah pakaian kebanggaan warga Bumi Panjalu itu dikenakan Gelar Gian Crismeril, seniman tari delegasi Indonesia yang tampil dalam Festival Pasar Senggol Turki 2022.

Baca juga:
Mas Dhito Siapkan Lahan di Bandara Kediri untuk Wadahi Pelaku UMKM

Sehingga pembukaan Situs Adan-adan juga diharapkan menambah inspirasi terkait pola-pola batik dan seni rupa dari para seniman di Kabupaten Kediri, sekaligus menjadi pemberdayaan masyarakat desa.

Foto : Makara di Situs Adan-adan yang jadi motif pakaian khas Kabupaten Kediri. (Foto : Yanuar Dedy/jatimnow.com). Foto : Mas Dhito saat kenakan pakaian khas Kabupaten Kediri. (Foto : Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

 

(ADV)