Pixel Code jatimnow.com

Mayat Wanita di Teluk Lamong itu Pemilik Motor Misterius Jembatan Suramadu

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Evakuasi mayat wanita pemilik motor misterius yang ditemukan di Jembatan Suramadu (Foto: Dok. Basarnas Surabaya)
Evakuasi mayat wanita pemilik motor misterius yang ditemukan di Jembatan Suramadu (Foto: Dok. Basarnas Surabaya)

jatimnow.com - Polisi memastikan bahwa mayat wanita yang ditemukan di Terminal Teluk Lamong merupakan pemilik motor misterius di Jembatan Suramadu.

Motor Yamaha Mio warna merah dengan nopol L 5086 M itu ditemukan sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu (26/11/2022). Saat berada di lokasi, anggota Polsek Kenjeran, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya hanya menemukan dua KTP tertera nama wanita.

Malam harinya, sekitar pukul 19.45 WIB, tim gabungan dari Ditpolairud Polda Jatim dan Basarnas serta Tim Inafis Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengevakuasi mayat wanita tanpa identitas di Terminal Teluk Lamong.

Kanit Reskrim Polsek Kenjeran, AKP Suryadi menyebut bahwa ciri-ciri dari mayat wanita yang ditemukan di Teluk Lamong dan dengan wanita yang meninggalkan motornya di Jembatan Suramadu itu identik.

"Iya itu benar. Ciri-cirinya identik," jelas Suryadi, Minggu (27/11/2022).

Baca juga:
Perjalanan Polisi Mengungkap Kasus Pembununan Pria Berbaju Merah di Sedati

Suryadi menambahkan, saat mengevakuasi motor tak bertuan di bentang Bangkalan arah Surabaya, pihaknya menemukan dua KTP. Dalam KTP tertera nama Ayu Risky Primatiningtyas (28) dan Siti Asiseh (33), keduanya warga Jalan Lemah Duwur, Pejagan, Bangkalan, Madura.

"Iya ditemukan dua lembar KTP. Satu KTP milik seorang ibu. Setelah dicek, ibu itu berada di rumah. Dan jenazah yang ditemukan itu identik, sesuai (pemilik motor). Dugaannya bunuh diri. Untuk sementara pihak orangtua kami tanya nggak ada masalah," ungkap Suryadi.

Baca juga:
Penemuan Mayat Pria Berbaju Merah, Pelaku Sembunyi di Lemari

Suryadi menambahkan, pihaknya keluarga korban sudah datang ke Polsek Kenjeran dan sudah memberikan keterangan.

"Biasanya korban berangkat kerja setengah lima, pulang jam sembilan. Pada saat itu belum pulang," tandas Suryadi.