Pixel Code jatimnow.com

Bulog Ponorogo Sebut Stok Beras Surplus

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Mita Kusuma
Stok beras di gudang cabang Bulog Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Stok beras di gudang cabang Bulog Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kebutuhan beras di Bumi Reog dipastikan aman. Ini terungkap dari data yang ada di Kantor Cabang Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Ponorogo.

Pantauan di lokasi, pada gudang Bulog di Jalan Raya Ponorogo-Madiun, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan terlihat tumpukan beras. Beberapa pegawai melakukan pengecekan.

“Kami (Kantor Cabang Bulog Ponorogo) kategori aman. Ada 11.100 ton stok seluruh gudang Ponorogo,” ujar Kepala Cabang Bulog Ponorogo, Aan Sugiarto, Kamis (1/12/2022).

Angka 11.100 ton, kata dia, stok seluruh gudang di Ponorogo. Karena wilayah kerja kantor Cabang Bulog Ponorogo juga ada Pacitan dan Magetan. Ada 5 gudang di 3 kabupaten.

“Stok tersebut (11.100 ton) dapat memenuhi kebutuhan kebutuhan rutin 4 bulan kedepan,” kata mantan Kepala Cabang Bulog Jember ini.

Baca juga:
Petani di Ponorogo Bobol Kartu ATM Milik Tetangga, Begini Ceritanya

Menurutnya, kebutuhan per bulan tergantung permintaan konsumen. Dua bulan terakhir kebutuhan di seluruh wilayah Kantor Cabang Bulog Ponorogo adalah 2.500 ton per bulan.

“Peruntukan stok Bulog nanti stabilisasi harga, golongan anggaran, dan bencana alam,” jelas Aan.

Dalam hal ini, kata dia, stabilisasi harga Rp8.300 di gudang bulog. Harapannya dengan stabilisasi harga di konsumen tidak melebihi HET (harga eceran tertinggi) beras medium Rp9.450 per kilogram.

Baca juga:
Lanjutkan Pembangunan Jalan, Pemkab Ponorogo Bakal Pinjam Dana PEN Lagi

Dia pun mengaku Kantor Cabang Bulog Kabupaten Ponorogo surplus dan mengirim ke kantor wilayah lain yang membutuhkan. Dia mengaku mengirim ke Nusa Tenggara, Surabaya, Kediri, Bondowoso.

“Dari 300 ton sampai 1000 ton. Yang menunggu sekarang adalah pengiriman ke Maluku sebesar 600 ton,” pungkasnya.

News

Demo Pedagang Pasar Larangan

"Kegiatan hari ini adalah bentuk kekecewaan para pedagang pasar yang sudah menunggu adanya tindaklanjut dari hasil hearing kemarin. Selain menunggu kepastian."