Pixel Code jatimnow.com

Duh Gusti, Pria Sidoarjo Cabuli Anak di Bawah Umur Ratusan Kali!

Editor : Rochman Arief Reporter : Zainul Fajar
foto: ilustrasi jatimnow.com.
foto: ilustrasi jatimnow.com.

jatimnow.com - Seorang pria berinisial MQ warga Tulangan, Sidoarjo dilaporkan ke Polresta Sidoarjo setelah diduga melakukan kekerasan dan pencabulan anak.

Adapun korbannya berinisial AR (17), warga Surabaya, yang telah dicabuli sebanyak 120 kali! Bayangkan.

HE, ayah korban, memaparkan bahwa kejadian yang menimpa putrinya pada akhir Mei 2022. Adapun lokasi kejadiannya di salah satu penginapan di kawasan Bungurasih, Waru, Sidoarjo.

Saat itu, korban diajak check in oleh terduga pelaku MQ, ke salah satu penginapan di Bungurasih. Terduga pelaku memaksa melakukan hubungan intim layaknya suami istri kepada korban. Padahal korban sempat menolak.

Korban kerap menerima pukulan baik menggunakan helm maupun tangan kosong, apabila menolak. Hal itu membuat korban ketakutan dan kesakitan.

Tak ingin korban lolos, terduga pelaku membujuk korban dengan cara menjanjikan untuk menikahi, serta bertanggung jawab atas perbuatannya.

Setelah berhasil membujuk korban, pelaku mengajaknya kos bersama selama empat bulan di daerah Tulangan, Sidoarjo.

Menurut orang tua korban, ini akal bulus pelaku seolah-olah akan bertanggung jawab. Padahal sama sekali tidak.

Baca juga:
Kakek di Tulungagung Satu Tahun Cabuli Anak Tetangga, Terbongkar Gegara Hal ini

HE menerangkan bahwa saat di kos itulah, pelaku melancarkan aksi bejatnya terhadap putrinya setiap hari, selama empat bulan.

Tidak hanya itu, menurut pengakuan korban kepada ayahnya, pencabulan sudah mencapai 120 kali! Bahkan saat korban memasuki masa haid pun dipaksa menuruti nafsu pelaku.

Akibat kejadian tersebut, ayah korban tidak terima dan melaporkan ke Polresta Sidoarjo.

Kasi Humas Polresta Sidoarjo, Iptu Tri Novi Handono saat dikonfirmasi membenarkan keluarga korban telah melapor ke Polresta Sidoarjo.

Baca juga:
Bejat! Pria di Sidoarjo Cabuli Anak Tiri Hingga Hamil

"Ya, mas sudah melapor," ujar Novi.

Novi menambahkan hingga saat ini pihak kepolisian tengah mendalami dan menyelidiki kasus tersebut.

"Masih lidik. Tunggu ya," pungkasnya.