Pixel Code jatimnow.com

Pemuda di Sidoarjo Disabet Sajam, Pelaku Diduga Gangster

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Zainul Fajar
Korban saat melapor di Polsek Sukodono. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Korban saat melapor di Polsek Sukodono. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang pemuda di Sidoarjo menjadi korban penganiayaan dengan luka bacok bekas sabetan senjata tajam (sajam). Diduga para pelakunya anggota gangster.

Diketahui pemuda tersebut adalah SM (17) warga Kuwung, Bohar, Taman.

Berdasar pada informasi yang diperoleh, insiden pembacokan tersebut terjadi di Jalan Raya perbatasan Desa Dungus dengan Desa Klopo Sepuluh.

Huda, perangkat Desa Bohar yang ditemui saat mengantar korban lapor ke Polsek Sukodono menjelaskan bahwa menurut pengakuan korban, kejadian terjadi pada Kamis (8/12/2022) sekitar jam 23.30 WIB malam.

"Waktu korban ini pulang. Dia dibuntuti sama 2 orang yang tak dikenal. Mereka pakai jaket hitam, menggunakan masker dan bawa sajam," ujar Huda, Jumat (9/12/2022).

Lebih lanjut, Huda mengatakan korban sempat disuruh untuk berhenti namun karena korban tidak mengenalinya, korban berusaha tak menanggapi permintaan kedua pelaku.

Baca juga:
Pelajar SMK di Surabaya Dibacok Orang Misterius, Kepala Terluka hingga Pingsan

"Kata korban, sempat terjadi kejar-kejaran antara korban dengan pelaku. Pelaku juga sempat mau menendang motor korban namun tidak berhasil. Akhirnya korban disabet menggunakan sajam mengenai bagian kaki korban. Tetapi korban tidak jatuh dan tetap terus menancap gas agar terhindar dari pelaku," jelasnya.

Tak berhenti sampai di situ, pelaku yang mengetahui korban dalam keadaan terluka, mereka mencoba untuk memburunya. Namun lagi-lagi tidak berhasil.

"Nah setelah berhasil lolos, korban yang kesakitan ini akhirnya berhenti di dekat pasar dan langsung menghubungi kakaknya. Setelah itu sama kakaknya dibawa ke rumah sakit," imbuhnya.

Baca juga:
Remaja di Sidoarjo Dibacok Orang Tak Dikenal Usai Nonton Balap Liar

"Nah ini tadi sama kami bawa ke Polsek Sukodono untuk laporan," katanya.

Kapolsek Sukodono AKP Supriana saat dihubungi membenarkan bahwa korban telah melaporkan insiden pembacokan ini ke Polsek.

"Benar, korban sudah lapor. Saat ini masih dilakukan penyelidikan," pungkasnya.