Pixel Code jatimnow.com

Kisah Petani Jombang Sukses Budidayakan Sorgum Pengganti Beras

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Elok Aprianto
Afairur Ramadhon (47) petani sorgum warga Desa Tembelang, kecamatan Tembelang Jombang. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Afairur Ramadhon (47) petani sorgum warga Desa Tembelang, kecamatan Tembelang Jombang. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sorgum merupakan makanan pokok penting di Asia Selatan dan Afrika sub-sahara. Sorgum merupakan tanaman serbaguna yang dapat digunakan sebagai sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri.

Sebagai bahan pangan, sorgum berada pada urutan ke-5 setelah gandum, jagung, padi, dan kedelai. Oleh sebab itu, tanaman sorgum tidak boleh dipandang sebelah mata. Ternyata tanaman nenek moyang kita dahulu ini, kaya akan manfaat dan nutrisi bagi tubuh kita dan bernilai jual ekonomis.

Bahkan sekarang, olahan sorgum ini makin di buru pembeli karena banyak manfaat dan bisa diolah mulai menjadi, tepung,beras dan olahan pangan lainya yang berbahan dasar sorgum.

Salah satu warga di Jombang, budidayakan tanaman sorgum sebagai bahan pangan pengganti beras. Ya dia adalah Afairur Ramadhon (47) warga Desa/Kecamatan Tembelang.

Ditemui di kediamannya, Ramadhon mengatakan, hasil panen sorgum yang ia tanam, diproses dan diolah menjadi beras maupun tepung yang bernilai jual tinggi.

Ia menyebut, harga biji sorgum dari petani tergolong cukup memiliki nilai jual yang lumayan. Per kilogram ia bisa menjual seharga Rp5 ribu. Namun, untuk sorgum yang sudah diolah menjadi tepung dan beras, ia biasanya menjual lebih tinggi harganya.

"Harga sorgum Rp20 ribu per kilogram yang sudah jadi beras. Kalau tepung Rp24 ribu per kilogram. Biji rata-rata dari petani harganya Rp5 ribu per kilogramnya," ungkapnya, Senin (12/12/2022).

Ia mengaku kebanyakan konsumen yang membeli sorgum, adalah orang yang mempunyai masalah berat badan. Lantaran, tanaman sorgum ini sangat bagus untuk orang diet.

"Sorgum ini biasanya untuk orang-orang diet dan diabet. Karena beras sorgum bagus untuk orang diabet," terangnya.

Ia mengaku salah satu alasan menanam sorgum adalah ingin melestarikan warisan leluhur.

Baca juga:
Pohon Raksasa Ambruk, Dihuni Hantu, Kantor Arema FC Rusak

"Saya menanam sorgum ini uri-uri tanaman nenek moyang kita, ternyata tanaman nenek moyang kita ini kaya akan manfaat sangat besar," bebernya.

Dikatakan Romadhon, banyak penelitian yang dilakukan para ilmuwan pertanian bahwa tanaman sorgum ini bisa menjadi bahan pangan alternatif.

"Dalam penelitian orang-orang akademisi, tanaman sorgum kaya akan manfaat jadi itu ada nyambungnya terkait akan kandungan dari sorgum ini sebagai bahan alternatif pangan," terangnya.

Ia menyebut, sorgum adalah bahan pangan alternatif yang tergolong mudah pengolahannya, dan hampir seperti pengolahan padi ke beras.

Baca juga:
Diterjang Angin, Pohon Setinggi 15 M di Jombang Ambruk, Listrik Padam

"Kadar air yang dibutuhkan untuk menjadi beras, dibutuhkan kadar air, maksimal 12. Selanjutnya sorgum itu dijemur di area terbuka, kisaran 3 sampai 4 hari, penjemuran baru bisa di proses menjadi beras," katanya.

Selain itu, ia menjelaskan jika sorgum ini juga bisa dijadikan tepung. Yang akan digunakan untuk pembuatan kue.

"Untuk olahan pangan, sorgum juga bisa. Tinggal diselep dari beras menjadi tepung dan diolah menjadi roti, pukis, bubur, dan masih banyak olahan sorgum lainnya," ucapnya.

Selama ini ia mendapatkan pesanan sorgum ke beberapa daerah. Mulai dari Jombang, Bogor, Jakarta, Malang, Semarang, Mojokerto, Gresik, Surabaya dan kota besar lainnya.