Pixel Code jatimnow.com

Ingat! Manusia Bisa Sehat dan Sakit Berawal dari Kondisi Usus

Editor : Redaksi
Ilustrasi
Ilustrasi

jatimnow.com - Gut Microbiota adalah komunitas ekologis mikroba dalam usus. Usus yang sehat memiliki mikrobiota yang beragam dan seimbang.

Apabila usus sehat maka semua organ menjadi sehat. Ada interkoneksi antara usus dengan semua organ (gut-all organ axis). Manfaat mikrobiota dapat dibaca pada artikel sebelumnya: Mengenal Mikrobioma dan Mikrobiota, Obat Alami dari Tuhan dalam Tubuh Manusia

Dysbiosis Akar Hampir Semua Penyakit

Manakala Patogen (mikroba yang merugikan) mengambil alih dominasi Probiotik (mikroba yang menguntungkan), maka terjadilah ketidakseimbangan. Kerusakan mikrobiota menjadi kurang beragam atau tidak seimbang dinamakan Dysbiosis.

Dysbiosis ditandai dengan menipisnya lapisan lendir (mukus) pelindung dinding usus. Sel epitel penyusun dinding usus merenggang sehingga terjadi kebocoran dinding usus (leaky gut).

Leaky gut inilah menyebabkan terjadinya translokasi patogen dan toxinnya dari usus ke dalam pembuluh darah kemudian tersebar ke seluruh organ tubuh melalui peredaran darah.

Invasi patogen pada organ tertentu menjadi penyakit infeksi dan toxin patogen menyebabkan terjadinya keradangan derajad rendah, sistemik dan dalam jangka waktu yang panjang menjadi peradangan kronis seluruh tubuh.

Ragam riset terkini membuktikan peradangan kronis menjadi penyebab hampir semua penyakit. Hipertensi, Diabetes Melitus Type 2, Atherosclerosis, Penyakit Jantung Koroner dan Stroke disebabkan oleh peradangan kronis ini.

Hipertensi

Hiperaktivitas fisik atau pikiran menghasilkan banyak radikal bebas. Sebaliknya ketersediaan antioksidan yang merupakan metabolit probiotik berkurang pada keadaan dysbiosis. Radikal bebas yang tidak dinetralisir oleh antioksidan ini dapat mengakibatkan hipertensi dan kerusakan pembuluh darah.

Radikal bebas ini bila mengikat NO (Nitrit Oksida) pada dinding pembuluh darah (endotel) menghasilkan peroksinitrit. Peroksinitrit pada gilirannya mengoksidasi protein arginin, tyrosin yang merupakan bahan baku pembuatan NO oleh enzim eNOS. Sehingga bila eNOS tanpa protein justru menghasilkan radikal bebas. Radikal bebas menjadi semakin banyak hasil peroksidasi lemak oleh peroksinitrit.

Aliran darah yang cepat pada penderita hipertensi membuat protein arginin, tyrosin tidak dapat menempel pada endotel. Enzim eNOS tanpa protein ini justru menghasilkan radikal bebas. Akumulasi radikal bebas inilah yang merusak pembuluh darah (dysfungsi endotel). Ketersediaan NO berkurang dan sebaliknya peroksinitrit melimpah menyebabkan penyempitan dan pembuluh darah menjadi kaku, lalu terjadilah hipertensi.

Diabetes Melitus Tipe 2 (T2DM)

Baca juga:
Mengenal Mikrobiota, Organ Virtual Terpenting yang Terabaikan

Seperti lazimnya pada dysbiosis, penderita T2DM kekurangan SCFA (Asam Lemak Rantai Pendek) yang merupakan salah satu metabolit probiotik. Pada gilirannya produksi hormon inkretin (GIP dan GLP-1) diusus berkurang. Kekurangan hormon inkretin inilah menyebabkan produksi insulin di pankreas berkurang.

Keradangan kronis yang dipicu oleh toxin patogen seperti LPS (Lipopolisakarida), TMAO (Tri Methyl Amine N-Oxide) dan radikal bebas mengakibatkan Resistensi Insulin. Ikatan antara Insulin dengan reseptornya pada dinding sel tidak di follow up dengan produksi dan translokasi protein GLUT-4 yang merupakan pintu masuk gula kedalam sel. Sel kurang mendapat asupan gula sehingga gula tetap tinggi dalam darah (hiperglikemia).

Reaksi glikasi protein oleh gula menghasilkan Advanced Glycation End Products (AGE) dan radikal bebas. Ikatan antara AGE dengan reseptor pada dinding sel menghasilan radikal bebas lebih banyak lagi. Akumulasi radikal bebas semakin memperparah peradangan kronis ini atau terjadi peradangan siklis.

Resistensi insulin disamping mengakibatkan hiperglikemia, juga hipertrigliserida (dyslipidemia) karena aktivasi Hormon Sensitive Lipase pada jaringan lemak.

Atherosclerosis

Atherosclerosis adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak pada dinding pembuluh darah.

Faktor resiko seperti hipertensi, disfungsi endotel, diabetes melitus dan dyslipidemia menjadi penyebab proses atherosclerosis. Atherosclerosis ini merupakan penyebab umum terjadinya penyakit jantung koroner dan serangan stroke.

Terapi Holistik

Demikianlah satu penyakit kronis apabila hanya diterapi secara symptomatik (meredam gejala klinis saja) maka akan memunculkan komplikasi penyakit-penyakit lainnya, karena akar hampir semua penyakit adalah dysbiosis.

Oleh karena itu diperlukan terapi sampai ke akarnya yaitu dysbiosis. Restorasi dysbiosis menjadi mikrobiota yang beragam dan seimbang dengan suplementasi probiotik multistrain adalah terapi holistik.

PRO EM1 adalah Suplemen Kesehatan yang mengandung probiotik multistrain hidup dan metabolit aktif dengan masa simpan yang panjang. Telah mendapat izin edar BPOM sebagai Suplemen dalam negeri, berbahan baku 100% asli lndonesia.